Arti Kata "pelagra" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pelagra" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pelagra

pe·lag·ra /pélagra/ n Dok penyakit yg disertai ruam (radang) kulit, terutama di tangan (merah-merah), gangguan pd pusat susunan saraf alat pencernaan, dan radang rongga mulut yg menyebabkan ketumpulan otak atau menjadi gila

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pelagra"

📝 Contoh Penggunaan kata "pelagra" dalam Kalimat

1.Pasien yang menderita pelagra harus diobati segera untuk menghindari gangguan saraf.
2.Banyak dokter yang masih bingung cara menangani penyakit pelagra yang langka ini.
3.Penyakit pelagra yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B3 harus diatasi dengan diet yang tepat.
4.Ketika saya masih kecil, saya pernah melihat nenek saya yang menderita pelagra dan menjadi gila.
5.Dalam sejarah medis, pelagra pernah menjadi penyakit yang mencekam masyarakat karena kurangnya pengetahuan tentang penyebabnya.

📚 Artikel terkait kata "pelagra"

Mengenal Kata 'pelagra' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pelagra" - Gejala dan Penyebabnya

Dalam bahasa Indonesia, kata pelagra memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu dok penyakit yang disertai ruam (radang) kulit, terutama di tangan, gangguan pada pusat susunan saraf alat pencernaan, dan radang rongga mulut yang menyebabkan ketumpulan otak atau menjadi gila. Penyakit ini telah dikenal sejak lama dan memiliki keterkaitan dengan kekurangan nutrisi tertentu. Penyakit pelagra dikenal sejak zaman kolonial di Indonesia, ketika masyarakat masih terisolasi dan tidak memiliki akses yang baik ke sumber makanan yang bergizi. Penyakit ini seringkali terjadi pada kalangan masyarakat yang lebih miskin atau tidak memiliki akses ke sumber makanan yang memadai. Seiring dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan, penyakit pelagra semakin jarang terjadi di Indonesia, namun masih ada kemungkinan untuk terjadi pada individu yang tidak memiliki akses ke sumber makanan yang seimbang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin tidak langsung mengenal penyakit pelagra, namun kita perlu memahami bahwa penyakit ini dapat terjadi karena kekurangan nutrisi tertentu. Oleh karena itu, penting untuk memahami pentingnya menjaga pola makan yang seimbang dan tidak mengabaikan asupan nutrisi yang penting untuk kesehatan tubuh. Dengan demikian, kita dapat menghindari risiko terjadinya penyakit pelagra dan menjaga kesehatan yang optimal.