Arti Kata "peluit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "peluit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

peluit

pe·lu·it n 1 alat yg dapat menghasilkan bunyi apabila ditiup; sempritan: wasit meniup -- panjang sbg tanda pertandingan telah usai; 2 sirene;
-- bahaya peluit yg mengisyaratkan adanya bahaya; sirene tanda bahaya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "peluit"

📝 Contoh Penggunaan kata "peluit" dalam Kalimat

1.Penjaga taman nasional meniup peluit untuk memberi peringatan kepada pengunjung.
2.Wah, suara peluit sirene membuatku takut karena terdengar seperti bahaya yang mengancam.
3.Pada hari ulang tahunnya, sang ayah meniup peluit sebagai tanda bahwa dia telah menyelamatkan anjing peliharaannya.
4.Saat pertandingan sepak bola usai, wasit meniup peluit panjang untuk menghentikan permainan.
5.peluit sirene di sekolah digunakan sebagai tanda bahaya kebakaran yang terjadi di dalam gedung.

📚 Artikel terkait kata "peluit"

Mengenal Kata 'peluit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Peluit" - Alat Penghasil Bunyi yang Beragam

Pada dasarnya, kata peluit merupakan alat yang dapat menghasilkan bunyi apabila ditiup. Istilah ini telah digunakan selama berabad-abad, terutama dalam konteks pertandingan olahraga, di mana wasit meniup peluit untuk mengumumkan waktu bermain atau menandai akhir pertandingan. Selain itu, peluit juga memiliki makna lain sebagai sirene, yang digunakan untuk menginformasikan adanya bahaya atau peringatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata peluit digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Pada saat akan berangkat ke sekolah, ayah meniup peluit untuk mengingatkan aku akan waktu berangkat." Atau, "Polisi menyalakan peluit sirene untuk mengumumkan adanya kecelakaan di jalan." Contoh lainnya adalah, "Pada saat pertandingan sepak bola, wasit meniup peluit untuk mengumumkan akhir pertandingan." Dalam budaya Indonesia modern, peluit memiliki makna yang lebih luas. Misalnya, peluit dapat digunakan sebagai simbol kebebasan dan keadilan dalam konteks sosial politik. Selain itu, peluit juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada saat mengumumkan adanya kejadian atau peringatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata peluit memiliki makna yang beragam dan kompleks. Dari pengertian dasarnya sebagai alat penghasil bunyi hingga penggunaannya dalam berbagai konteks, peluit memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari.