Arti Kata "perata" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "perata" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

perata

pe·ra·ta, ber·pe·ra·ta v meniadakan larangan kawin antara dua orang yg masih mempunyai hubungan kekerabatan (menurut hukum adat di Gayo)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "perata"

📝 Contoh Penggunaan kata "perata" dalam Kalimat

1.Pengadilan melakukan perata dengan kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini.
2.Pada masa lalu, perata adalah proses penting dalam masyarakat adat untuk mengatasi masalah kekerabatan.
3.Sebagai mahasiswa, dia harus mengetahui makna perata dalam konteks hukum adat di Gayo.
4.Di komunitas tradisional, perata dilakukan dengan ritual-ritual khusus untuk menghilangkan larangan kawin.
5.Dalam buku sejarah, perata dijelaskan sebagai proses yang kompleks dan memerlukan waktu lama untuk diselesaikan.

📚 Artikel terkait kata "perata"

Mengenal Kata 'perata' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Perata" dalam Hukum Adat Gayo

Kata "perata" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang spesifik dalam konteks hukum adat di Gayo. Secara umum, "perata" berarti pelepasan larangan kawin antara dua orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Dalam hukum adat di Gayo, "perata" digunakan untuk meniadakan larangan kawin antara orang-orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan, seperti saudara atau kerabat dekat. Perata dalam konteks hukum adat Gayo memiliki signifikansi penting dalam menentukan status pernikahan seseorang. Dalam masyarakat adat Gayo, "perata" dianggap sebagai proses untuk membebaskan larangan kawin antara dua orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Dengan demikian, kata "perata" menjadi sangat penting dalam menentukan status pernikahan seseorang dalam masyarakat adat Gayo. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "perata" dalam kalimat yang alami: - Pernikahan antara dua orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan dapat dilakukan setelah perata dilakukan oleh masyarakat adat. - Dalam konteks hukum adat Gayo, perata digunakan untuk meniadakan larangan kawin antara orang-orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan. - Proses perata dilakukan dengan cara memahami dan menghormati hukum adat di Gayo. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "perata" memiliki relevansi dalam kebudayaan Indonesia modern. Meskipun kata "perata" memiliki makna yang spesifik dalam konteks hukum adat Gayo, namun konsepnya dapat dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kata "perata" dapat dijadikan inspirasi untuk memahami dan menghormati hukum adat di Gayo.