Arti Kata "perineurium" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "perineurium" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

perineurium

pe·ri·ne·u·ri·um /périnéurium/ n Dok jaringan ikat di sekitar berkas saraf perifer

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "perineurium"

📝 Contoh Penggunaan kata "perineurium" dalam Kalimat

1.Dalam pengobatan stroke, dokter harus memahami perineurium untuk melakukan pembedahan yang efektif.
2.Selama pemeriksaan medis, dokter menemukan bahwa perineurium di sekitar saraf terluka karena cedera.
3.Berkat penelitian yang intensif, ilmuwan berhasil menemukan cara untuk memulihkan perineurium yang rusak.
4.Dalam ilmu biomedis, perineurium berperan penting dalam menjaga kestabilan saraf perifer.
5.Pengembangan teknologi baru berfokus pada menciptakan material yang dapat menggantikan perineurium yang rusak.

📚 Artikel terkait kata "perineurium"

Mengenal Kata 'perineurium' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "perineurium" - Kunci dalam Ilmu Saraf dan Kesehatan

Kata "perineurium" mungkin tidak familiar bagi banyak orang, tetapi pada kenyataannya, istilah ini memiliki makna yang sangat penting dalam dunia medis. Dokumen istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu "peri" yang berarti "di sekitar" dan "neuron" yang berarti "saraf". Dalam konteks ilmu saraf, perineurium adalah dok jaringan ikat yang melindungi berkas saraf perifer. Pada awalnya, perineurium ditemukan oleh ahli anatomi Inggris, William Hewson, pada tahun 1719. Namun, baru pada abad ke-19, ilmuwan Jerman, Rudolf Virchow, mengidentifikasi lebih lanjut tentang struktur dan fungsi dok jaringan ini. Dari sana, perineurium menjadi salah satu topik yang menarik dalam penelitian ilmu saraf dan kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari, perineurium tidak terlalu banyak terdengar, tetapi penting dalam beberapa kasus. Misalnya, ketika seseorang mengalami cedera atau penyakit pada sistem saraf perifer, perineurium dapat terganggu dan menyebabkan gejala-gejala yang tidak diinginkan. Selain itu, penelitian tentang perineurium juga dapat membantu dalam pengembangan terapi untuk penyakit yang terkait dengan sistem saraf perifer. Dalam beberapa kasus, perineurium juga dapat berperan dalam penyakit seperti neuropati diabetik atau penyakit amyotrofik lateral. Dalam kedua kasus tersebut, perineurium dapat menjadi salah satu pemicu utama penyakit tersebut. Oleh karena itu, penelitian tentang perineurium sangat penting untuk mengembangkan terapi yang lebih efektif dan tepat sasaran.