Arti Kata "peroi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "peroi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

peroi

pe·roi a lunak dan rapuh; mudah pecah-pecah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "peroi"

📝 Contoh Penggunaan kata "peroi" dalam Kalimat

1.Batu di atas sungai sangat berperoi, mudah retak ketika terkena air.
2.Ketika hujan lebat, jalan di daerah kami menjadi berperoi dan sulit dilalui.
3.Bahan baku yang kami gunakan terlalu lembut dan berperoi, sehingga sulit digunakan untuk produksi.
4.Pemandangan alam di gunung sangat indah, tetapi jalurnya sangat berperoi dan menantang.
5.Saya harus berhati-hati saat berjalan di atas es karena permukaannya berperoi dan mudah retak.

📚 Artikel terkait kata "peroi"

Mengenal Kata 'peroi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "peroi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "peroi" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan bahan yang lunak dan rapuh, mudah pecah-pecah. Dalam konteks historis, kata ini terkait erat dengan bahan-bahan alami seperti kulit kayu, rotan, atau bulu binatang yang digunakan dalam pembuatan barang-barang sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan kata ini digunakan untuk menggambarkan barang-barang yang mudah rusak atau pecah. Contoh Penggunaan Kata "peroi" dalam Kalimat - Batang bambu yang terbuat dari bahan peroi mudah patah jika digunakan sebagai tiang. - Rotan yang digunakan sebagai kerajinan tangan harus dipilih dari bahan peroi yang kuat dan tahan lama. - Kulit kayu yang terlalu tipis dan peroi tidak cocok digunakan sebagai bahan dasar. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "peroi" memiliki relevansi yang cukup tinggi dalam berbagai situasi. Misalnya, ketika kita memilih bahan untuk membuat kerajinan tangan, kita harus mempertimbangkan sifat bahan peroi yang mudah pecah-pecah. Demikian pula, ketika kita membeli barang-barang, kita harus berhati-hati dalam memilih bahan yang tidak peroi atau mudah rusak. Dengan demikian, kata "peroi" tidak hanya menggambarkan sifat bahan-bahan alami, tetapi juga memiliki implikasi yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus selalu berhati-hati dalam memilih dan menggunakan bahan-bahan yang peroi agar dapat menyelesaikan tugas dengan efektif dan efisien.