Arti Kata "desertir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "desertir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

desertir

de·ser·tir /désértir/ n orang dsb yg melakukan desersi (lari meninggalkan dinas ketentaraan atau membelot kpd musuh)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "desertir"

📝 Contoh Penggunaan kata "desertir" dalam Kalimat

1.Pengadilan menangguhkan proses hukum terhadap seorang prajurit yang diduga melakukan desertir.
2.Seorang atlet profesional dituduh melakukan desertir karena menolak tampil dalam kompetisi olahraga.
3.Pada masa perang, beberapa prajurit melakukan desertir dan bergabung dengan musuh.
4.Di sekolah, seorang siswa ditangkap oleh guru karena diduga melakukan desertir dan tidak hadir dalam kelas.
5.Pada novel berjudul "desertir", seorang pria yang telah kehilangan kepercayaan diri akhirnya memutuskan untuk melakukan desertir dan meninggalkan tempat kerja.

📚 Artikel terkait kata "desertir"

Mengenal Kata 'desertir' - Inspirasi dan Motivasi

Desertir: Makna dan Contoh dalam Bahasa Indonesia

Pada awal abad ke-20, kata desertir mulai digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan seseorang yang melakukan desersi, yaitu lari meninggalkan dinas ketentaraan atau membelot ke musuh. Makna ini terkait erat dengan konteks historis dan sosial pada saat itu, ketika perang dan pertempuran sering terjadi di berbagai belahan dunia. Makna desertir ini kemudian berkembang dan digunakan dalam konteks yang lebih luas. Contohnya, "Sekelompok tentara yang melakukan desertir ke musuh dan membocorkan rahasia perang." Atau, "Pengikutnya melakukan desertir setelah mendengar kebenaran tentang kejadian itu." Contoh lainnya adalah, "Ketika perusahaan menghadapi krisis keuangan, beberapa pekerja melakukan desertir dan meninggalkan perusahaan." Dalam kehidupan sehari-hari, kata desertir memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, ketika seorang pekerja melakukan desertir dari perusahaan, ia tidak hanya meninggalkan pekerjaannya, tetapi juga tanggung jawab dan kewajibannya. Dalam budaya Indonesia modern, kata desertir sering digunakan untuk menggambarkan situasi ketika seseorang meninggalkan sesuatu yang dianggap tidak pantas atau tidak adil.