Arti Kata "pesimistis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pesimistis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pesimistis

pe·si·mis·tis /pésimistis/ a bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik atau mudah putus harapan; bersikap tidak mengandung harapan baik; (sikap) ragu akan kemampuan atau keberhasilan suatu usaha

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pesimistis"

📝 Contoh Penggunaan kata "pesimistis" dalam Kalimat

1.Setelah beberapa tahun bekerja, dia menjadi sangat pesimistis tentang kemungkinan naik jabatan.
2.Saya takut dia akan menjadi pesimistis jika saya tidak bisa membantu solusi masalahnya.
3.Dalam novel itu, tokoh utama memiliki sifat pesimistis yang membuat dia sulit mencari kebahagiaan.
4.Saya mencoba mengajarkan siswa untuk tidak terlalu pesimistis terhadap kesulitan yang dihadapi.
5.Dia memutuskan untuk tidak terlibat dalam kegiatan sosial karena menjadi pesimistis tentang perubahan yang akan terjadi.

📚 Artikel terkait kata "pesimistis"

Mengenal Kata 'pesimistis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pesimistis" - Inspirasi dan Motivasi

Pengertian Umum dan Konteks Historis/Sosial

Kata "pesimistis" memiliki makna yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti resmi, "pesimistis" berarti bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik atau mudah putus harapan. Konsep ini telah ada sejak lama, bahkan sebelum Perang Dunia II. Pada masa itu, banyak orang yang merasa pesimistis mengenai masa depan. Mereka merasa bahwa perang akan berlangsung terus-menerus dan tidak ada harapan untuk memenangkannya.

Contoh Penggunaan Kata "Pesimistis" dalam Kalimat

Banyak kalimat yang dapat menggunakan kata "pesimistis" dengan cara yang alami. Misalnya, "Dia adalah orang yang pesimistis tentang kemampuan anaknya untuk lulus ujian." Dalam kalimat ini, kata "pesimistis" menggambarkan sikap seseorang yang tidak memiliki harapan baik untuk kemampuan anaknya. Contoh lain adalah, "Pendapatnya sangat pesimistis tentang kemungkinan suksesnya proyek ini." Dalam contoh ini, kata "pesimistis" menggambarkan pendapat yang tidak mengandung harapan baik.

Relevansi Kata "Pesimistis" dalam Kehidupan Sehari-Hari atau Budaya Indonesia Modern

Kata "pesimistis" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam budaya Indonesia modern. Banyak orang Indonesia yang merasa pesimistis tentang kemampuan pemerintahan untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi negara. Mereka merasa bahwa pemerintahan tidak memiliki rencana yang baik untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Namun, dengan sikap pesimistis yang berlebihan, kita dapat kehilangan motivasi untuk melakukan perubahan yang positif. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk memiliki sikap yang lebih optimis dan tidak pesimistis. Dengan demikian, kita dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik dan lebih bahagia.