Arti Kata "piarit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "piarit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

piarit

pi·a·rit n serampang (seruit) yg bermata dua;
lurus bagai -- , pb orang yg tampak baik, tetapi berhati jahat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "piarit"

📝 Contoh Penggunaan kata "piarit" dalam Kalimat

1.Dia sebenarnya piarit, tetapi luarannya terlihat sangat baik dan ramah.
2.Wanita itu memiliki wajah yang cantik, tapi saya tahu dia seorang piarit yang tidak perlu diharapkan.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama adalah seorang piarit yang menyembunyikan kejahatannya dibalik senyum manisnya.
4.Saya tidak pernah mengira bahwa teman lama saya seorang piarit yang selalu berbohong.
5.Dia adalah seorang piarit yang sukses dalam karirnya, tapi tidak pernah membayar pajak secara sah.

📚 Artikel terkait kata "piarit"

Mengenal Kata 'piarit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "piarit" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "piarit" memiliki makna yang sangat menarik dan kompleks. Secara resmi, piarit didefinisikan sebagai serampang atau seruit yang bermata dua, lurus bagai panah. Namun, dalam konteks sosial dan budaya, piarit juga memiliki arti sebagai orang yang tampak baik, tetapi berhati jahat. Makna ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam interaksi sosial dan hubungan antarpribadi. Dalam kalimat yang alami, piarit dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat yang kompleks. Misalnya: "Dia tampaknya baik hati, tetapi saya curiga dia adalah piarit yang hanya ingin memanfaatkan saya." atau "Dia suka memainkan peran piarit untuk mendapatkan simpati orang lain." Contoh lainnya adalah: "Dia adalah piarit yang selalu berpakaian mewah, tetapi ternyata berhati jahat." Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dihadapkan dengan orang-orang yang tampak baik di luaran, tetapi berhati jahat di dalam. Mereka mungkin berpakaian mewah, berbicara dengan bahasa yang sopan, tetapi memiliki niat yang tidak baik. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak terjebak dengan penampilan luar dan selalu memperhatikan sifat dan perilaku seseorang. Dengan demikian, kita dapat menghindari hubungan yang tidak sehat dengan piarit dan menjaga keseimbangan dalam interaksi sosial.