Arti Kata "pincang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pincang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pincang

1pin·cang a 1 timpang kakinya atau timpang jalannya (krn pembawaan sejak lahir, krn terkilir, kena beling, dsb): anak itu berjalan -- krn terjatuh dari kursi; 2 tidak seimbang; tidak sebanding; ada kurangnya (cacatnya dsb); tidak sebagaimana mestinya (tt keadaan): pembangunan di daerah terasa -- jika dibandingkan dng pembangunan di kota-kota besar; 3 tidak tetap peraturan bunyinya atau jalannya (tt arloji, mesin mobil, dsb): suara mesin mobilnya masih terdengar --;
pe·min·cang·an n proses, cara, perbuatan menjadikan pincang: ~ berita terjadi apabila wartawan menambahkan bahan yg tidak sesuai dng kenyataan;
ke·pin·cang·an n 1 hal (keadaan) pincang: sebab-sebab ~ itu sedang diteliti; 2 hal yg tidak seimbang atau tidak sebagaimana mestinya; kekurangan; cacat cela: adanya ~ di kantor itu bukan rahasia lagi;
~ ekonomi ketidakseimbangan antara anggaran pendapatan dan anggaran belanja

2pin·cang Jk, se·pin·cang ark num satu setengah sen

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pincang"

📝 Contoh Penggunaan kata "pincang" dalam Kalimat

1.Anak itu berjalan pincang karena terjatuh dari kursi tadi.
2.Pembangunan di daerah terasa pincang jika dibandingkan dengan pembangunan di kota-kota besar.
3.Mesin mobilnya masih terdengar pincang dan memerlukan perawatan.
4.Wartawan harus berhati-hati agar tidak melakukan kepincahan dalam menyampaikan berita.
5.Kantor itu memiliki banyak kekurangan dan kepincangan dalam manajemen keuangan.

📚 Artikel terkait kata "pincang"

Mengenal Kata 'pincang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pincang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "pincang" merupakan istilah yang sudah lazim digunakan dalam bahasa Indonesia, namun mungkin masih kurang banyak yang mengetahui maknanya yang luas. Dalam konteks historis, kata ini awalnya digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang memiliki kaki timpang atau tidak seimbang, baik karena alasan lahir atau karena mengalami cedera. Konsep ini kemudian berkembang menjadi lebih luas, mencakup tidak hanya keadaan fisik, tetapi juga keadaan yang tidak seimbang atau tidak sebagaimana mestinya dalam banyak aspek kehidupan.

Contoh Penggunaan Kata "Pincang" dalam Kalimat

Kata "pincang" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan keadaan yang tidak sempurna atau tidak sebagaimana mestinya. Misalnya, "Anak itu berjalan pincang karena terjatuh dari kursi" atau "Pembangunan di daerah terasa pincang jika dibandingkan dengan pembangunan di kota-kota besar". Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata "pincang" digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak sempurna atau tidak seimbang.

Relevansi Kata "Pincang" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "pincang" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam konteks ekonomi, kata "pincang" digunakan untuk menggambarkan ketidakseimbangan antara anggaran pendapatan dan anggaran belanja. Sementara itu, dalam konteks sosial, kata "pincang" digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak seimbang atau tidak sebagaimana mestinya dalam banyak aspek kehidupan. Dalam konteks budaya, kata "pincang" digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak sempurna atau tidak sebagaimana mestinya dalam banyak hal, seperti keadaan sosial, ekonomi, dan politik. Dalam kesimpulan, kata "pincang" merupakan istilah yang luas dan memiliki makna yang kompleks. Dengan memahami makna dan konteks penggunaan kata "pincang", kita dapat memiliki pandangan yang lebih baik tentang keadaan yang tidak sempurna atau tidak sebagaimana mestinya dalam banyak aspek kehidupan.