Arti Kata "prosais" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "prosais" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

prosais

pro·sa·is 1 a bersifat prosa; 2 a tidak mengungkapkan daya kreasi; boyak; menjemukan: jika puisi dibaca secara -- , puisi itu tidak memberikan daya evokasi; 3 n pengarang prosa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "prosais"

📝 Contoh Penggunaan kata "prosais" dalam Kalimat

1.Karya sastra yang bersifat prosais seringkali sulit menarik perhatian pembaca.
2.Dalam proses kreatif, saya merasa bahwa ide itu lebih prosais daripada inspiratif.
3.Buku-buku prosa seringkali dijadikan bahan ajar dalam kelas Bahasa Indonesia.
4.Karya sastra yang tidak memiliki unsur keindahan bahasa akan terasa prosais dan tidak menarik.
5.Saya lebih menyukai puisi yang mengungkapkan emosi dengan cara yang lebih dramatis daripada prosais.

📚 Artikel terkait kata "prosais"

Mengenal Kata 'prosais' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Prosaik" - Menjelajahi Makna dan Konteksnya

Kata "prosais" atau "prosaik" sering digunakan dalam konteks seni sastra dan kreatif. Kata ini berasal dari kata "prosa", yang merujuk pada jenis sastra yang berbentuk kalimat atau paragraf yang tidak memiliki struktur atau ritme seperti puisi. Dalam arti resmi, "prosais" memiliki makna sebagai "bersifat prosa" atau "tidak mengungkapkan daya kreasi". Dalam konteks sejarah, kata "prosais" memiliki latar belakang yang kaya. Pada abad ke-19, kritikus sastra seperti Matthew Arnold membedakan antara prosa dan puisi berdasarkan kualitas emosi dan kreativitas yang diungkapkan. Arnold menyatakan bahwa puisi memiliki kekuatan untuk mengungkapkan pengalaman emosional yang mendalam, sedangkan prosa hanya dapat menyajikan informasi atau cerita secara faktual. Dengan demikian, kata "prosais" menjadi sinonim dengan istilah "boyak" atau "menjemukan", yang mengacu pada tulisan yang tidak memiliki kualitas kreatif atau emosional. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "prosais" dalam kalimat yang alami: * "Puisinya di baca secara prosais, sehingga tidak memberikan kesan yang mendalam bagi pembaca." * "Tulisan prosais seringkali digunakan untuk menyajikan informasi atau data secara objektif." * "Pemikiran seseorang dapat dipengaruhi oleh prosa yang telah ia baca, tetapi tidak selalu memberikan kesan yang mendalam." Kata "prosais" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks ini, kata "prosais" sering digunakan untuk menggambarkan tulisan atau karya seni yang tidak memiliki kualitas kreatif atau emosional. Namun, dalam beberapa kasus, kata "prosais" juga dapat digunakan untuk menggambarkan tulisan yang sederhana dan jelas, tetapi tidak selalu memiliki kualitas kreatif yang tinggi. Dengan demikian, kata "prosais" menjadi suatu istilah yang kompleks dan dapat diinterpretasikan dalam konteks yang berbeda-beda. Dalam kesimpulan, kata "prosais" memiliki makna yang luas dan dapat diinterpretasikan dalam konteks yang berbeda-beda. Dari konteks sejarah hingga kehidupan sehari-hari, kata "prosais" selalu memiliki relevansi yang mendalam. Dengan memahami makna dan konteks kata "prosais", kita dapat lebih bijak dalam menggunakan kata ini dalam komunikasi sehari-hari.