Arti Kata "provinsialisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "provinsialisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

provinsialisme

pro·vin·si·a·lis·me n paham (gerakan dsb) yg bersifat kedaerahan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "provinsialisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "provinsialisme" dalam Kalimat

1.Kota kecil di pedesaan seringkali menderita dari provinsialisme, sehingga kurang terhubung dengan dunia luar.
2.Provinsi Jawa Barat memiliki potensi besar, namun seringkali terhalang oleh provinsialisme yang membuat mereka kurang berinovasi.
3.Dalam kisah itu, karakter utama mengalami perubahan besar ketika meninggalkan provinsialisme pedesaannya dan masuk ke dunia kota.
4.Pendidikan formal seringkali tidak efektif dalam menghilangkan provinsialisme, karena biasanya hanya berfokus pada teori-teori abstrak.
5.Kebanyakan orang di provinsi tersebut masih mengalami provinsialisme yang kuat, sehingga sulit untuk mereka beradaptasi dengan lingkungan perkotaan.

📚 Artikel terkait kata "provinsialisme"

Mengenal Kata 'provinsialisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Provinsialisme" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Provinsialisme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pemahaman atau gerakan yang bersifat kedaerahan. Dalam konteks sejarah, provinsialisme sering kali dipahami sebagai bentuk identitas kedaerahan yang kuat, yang dapat menyebabkan konflik atau perbedaan pendapat dengan pemerintah pusat. Dalam era kolonial Belanda, provinsialisme di Indonesia sering kali digunakan sebagai alat perlawanan terhadap pemerintah kolonial.

Contoh Penggunaan Provinsialisme

Penggunaan kata provinsialisme dapat dilihat dalam berbagai konteks. Misalnya, "Gerakan provinsialisme di Jawa Tengah telah menjadi tantangan bagi pemerintah pusat dalam menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial." Dalam kalimat lain, "Provinsialisme yang kuat di Papua telah menyebabkan perbedaan pendapat dengan pemerintah pusat dalam menangani isu-isu keamanan." Selain itu, "Provinsialisme yang tidak terkendali dapat menyebabkan konflik antara daerah dan pemerintah pusat."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Provinsialisme masih relevan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam konteks ekonomi, provinsialisme dapat menyebabkan perbedaan pendapat dengan pemerintah pusat dalam menangani isu-isu ekonomi. Dalam konteks sosial, provinsialisme dapat menyebabkan perbedaan pendapat dengan pemerintah pusat dalam menangani isu-isu sosial. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah pusat dan masyarakat untuk memahami dan mengelola provinsialisme dengan baik.