Arti Kata "provokator" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "provokator" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

provokator

pro·vo·ka·tor n orang yg melakukan provokasi: perang terselubung itu melibatkan dinas rahasia, -- teroris, dan pembunuh

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "provokator"

📝 Contoh Penggunaan kata "provokator" dalam Kalimat

1.Pelaku demonstrasi itu berperan sebagai provokator untuk menimbulkan ketegangan.
2.Dalam buku sastra, karakter utama menjadi provokator dengan ide-ide radikalnya.
3.Pembicara konferensi internasional itu berbicara tentang strategi untuk menghadapi provokator di lapangan.
4.Ia dituduh sebagai provokator yang bertanggung jawab atas kekerasan di masa lalu.
5.Pengamat politik menilai bahwa partai tersebut sering menggunakan taktik provokator untuk mendapatkan perhatian.

📚 Artikel terkait kata "provokator"

Mengenal Kata 'provokator' - Inspirasi dan Motivasi

Provokator: Membawa Konflik dan Ketidakpastian

Dalam konteks sosial dan politik, kata provokator sering digunakan untuk menggambarkan individu atau kelompok yang sengaja melakukan aksi untuk memicu reaksi negatif atau konflik. Mereka sering kali menggunakan taktik manipulatif untuk mencapai tujuan mereka, tanpa mempedulikan dampak yang mungkin terjadi. Sejarah telah menunjukkan bahwa provokator sering kali berperan dalam perang yang sengit dan konflik bersenjata, seperti yang terjadi dalam perang terselubung yang melibatkan dinas rahasia, teroris, dan pembunuh. Contoh penggunaan kata provokator dalam kalimat alami dapat diliang dari berbagai konteks. Misalnya, "Ketika beberapa demonstran menjadi agresif dan melancarkan serangan kepolisian, mereka dianggap sebagai provokator yang mencoba memicu kekerasan." Atau, "Pembuat konten di media sosial yang sengaja munculkan informasi palsu untuk memicu kecemasan publik dianggap sebagai provokator yang berusaha menghancurkan kepercayaan publik." Dalam kehidupan sehari-hari, kata provokator memiliki relevansi dalam berbagai aspek. Misalnya, seseorang yang sengaja membuat ketegangan di antara rekan kerja untuk mencapai keuntungan pribadi dapat dianggap sebagai provokator di tempat kerja. Selain itu, tindakan provokator dalam dunia politik dapat memicu kekerasan dan konflik, sehingga sangat penting untuk mengenali dan menghindari tindakan mereka.