Arti Kata "kedempung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kedempung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kedempung

1ke·dem·pung a hampir busuk atau menjadi hampa krn dimakan ulat (tt buah-buahan);
spt buah -- , di luar berisi di dalam kosong, pb orang yg sombong (banyak cakap), padahal tidak ada kelebihannya

2ke·dem·pung n tiruan bunyi barang yg jatuh ke air

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kedempung"

📝 Contoh Penggunaan kata "kedempung" dalam Kalimat

1.Buah itu sudah kedempung dan tidak layak dimakan.
2.Ayah sering mengeluh tentang anak muda yang kedempung dan mengganggap diri sendiri paling pintar.
3.Dalam novel itu, tokoh utama digambarkan sebagai seorang yang kedempung dan sombong.
4.Saya tidak sabar menunggu liburan, karena hari kerja sudah kedempung dan membosankan.
5.Pemerintah harus berhati-hati agar tidak terkesan kedempung dan tidak melakukan tindakan yang tidak adil.

📚 Artikel terkait kata "kedempung"

Mengenal Kata 'kedempung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kedempung" - Makna dan Penggunaan

Kata "kedempung" memiliki makna yang unik dan berbeda dari kata-kata lain dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata "kedempung" digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang hampir busuk atau menjadi hampa karena dimakan oleh ulat, seperti buah-buahan yang tidak lagi berisi di dalamnya. Namun, makna yang lebih luas dari kata "kedempung" adalah seseorang yang sombong dan banyak bicara, padahal tidak memiliki kelebihan apapun. Dalam sejarah bahasa Indonesia, kata "kedempung" telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda. Pada saat itu, kata ini digunakan untuk menggambarkan buah-buahan yang telah dimakan oleh ulat, sehingga tidak lagi berisi di dalamnya. Namun, dengan perkembangan zaman, makna kata "kedempung" pun berubah dan menjadi lebih luas, sehingga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sombong dan banyak bicara. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "kedempung" dalam kalimat yang alami: * Buah ini sudah kedempung, tidak lagi berisi di dalamnya. * Dia terlihat sombong dan banyak bicara, padahal tidak memiliki kelebihan apa pun, seperti orang kedempung. * Setelah beberapa hari, buah-buahan di pasar sudah kedempung dan tidak lagi menarik perhatian pembeli. Kata "kedempung" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam budaya Indonesia modern. Dalam budaya kita, seseorang yang sombong dan banyak bicara seringkali dianggap sebagai orang kedempung. Mereka dianggap tidak memiliki kelebihan apa pun dan hanya berbicara banyak untuk menunjukkan keegoisan mereka. Oleh karena itu, kata "kedempung" dapat digunakan sebagai peringatan bagi kita untuk tidak menjadi seperti orang tersebut. Dalam kesimpulan, kata "kedempung" memiliki makna yang unik dan berbeda dari kata-kata lain dalam bahasa Indonesia. Dengan memahami makna dan penggunaan kata "kedempung", kita dapat menjadi lebih bijak dalam berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.