Arti Kata "fumigator" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fumigator" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fumigator

fu·mi·ga·tor n alat fumigasi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fumigator"

📝 Contoh Penggunaan kata "fumigator" dalam Kalimat

1.Dalam industri pertanian, penanam menggunakan fumigator untuk mengendalikan hama tanaman.
2.Penggunaan fumigator di rumah tidak boleh dilakukan sendiri, tetapi harus dilakukan oleh petugas profesional.
3.Para ilmuwan menggunakan fumigator untuk menguji efektivitas bahan kimia terhadap infestasi serangga.
4.Pabrik yang tidak memenuhi standar keamanan akan diberikan notifikasi untuk menggunakan fumigator untuk mengendalikan mikroorganisme berbahaya.
5.Dalam novel tersebut, karakter utama menggunakan fumigator untuk membunuh tikus yang mengganggu keluarganya.

📚 Artikel terkait kata "fumigator"

Mengenal Kata 'fumigator' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Fumigator" - Alat Penyebab Kehilangan Daya

Pada awal abad ke-20, kata fumigator mulai digunakan di Indonesia sebagai alat fumigasi, yang kemudian berkembang menjadi istilah yang lebih luas. Kata ini berasal dari bahasa Inggris, fumigator, yang berarti 'alat untuk menyebabkan kehilangan daya' atau 'alat penyebab kehilangan kesadaran'. Fumigator secara historis digunakan dalam konteks perang dan penindasan. Dalam penggunaannya, fumigator biasanya digunakan dalam konteks militer sebagai senjata kimia. Mereka mengandalkan gas beracun untuk menghancurkan lawan. Pada Perang Dunia I dan II, fumigator digunakan secara luas oleh pasukan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Meskipun telah dilarang oleh konvensi internasional, fumigator masih digunakan di beberapa negara hingga sekarang. Namun, penggunaan fumigator tidak terbatas pada konteks militer. Dalam beberapa kasus, fumigator digunakan sebagai alat untuk mengendalikan populasi hama. Misalnya, pada tahun 2010-an, pemerintah Indonesia meluncurkan program untuk mengendalikan populasi tikus di kota-kota besar menggunakan fumigator. Program ini bertujuan untuk mengurangi dampak tikus terhadap kesehatan dan lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata fumigator tidak terlalu umum digunakan. Namun, pada konteks budaya, kata ini sering digunakan sebagai simbol kekuatan dan kehancuran. Dalam beberapa karya sastra, fumigator digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan kekuatan dan kehancuran yang ditimbulkan oleh senjata kimia.