Arti Kata "pseudo-" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pseudo-" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pseudo-

pseu·do- /pséudo/ bentuk terikat semu; palsu; bukan sebenarnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pseudo-"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "pseudo-" dalam Kalimat

1.Pernyataan ilmiah ini menggunakan metode eksperimen dengan sampel yang sangat besar untuk menunjukkan hasil yang tidak pseudo-.
2.Pada kesempatan itu, sang seniman menunjukkan karyanya yang dipenuhi dengan elemen-elemen pseudo- yang mencolok.
3.Pada saat itu, penemuan seorang ilmuwan itu dianggap pseudo- karena tidak didukung oleh bukti-bukti yang cukup.
4.Dalam novel tersebut, tokoh utamanya memiliki identitas yang palsu, seolah-olah pseudo- yang sangat baik.
5.Dosen mengingatkan mahasiswa untuk tidak menggunakan sumber informasi pseudo- yang bisa mempengaruhi kualitas penelitian.

πŸ“š Artikel terkait kata "pseudo-"

Mengenal Kata 'pseudo-' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pseudo-" - Inspirasi dari Kebudayaan Baru

Kata "pseudo-" mungkin masih belum familiar bagi sebagian orang di Indonesia, tetapi dalam konteks ilmiah dan kebudayaan Barat, kata ini telah digunakan secara luas untuk menggambarkan hal-hal yang palsu, bukan sebenarnya, atau semu. Awalnya, kata ini berasal dari bahasa Yunani "ΟˆΞ΅ΟΞ΄ΞΏΟ‚" (pseΓΊdōs), yang berarti "bentuk terikat semu" atau "palsu". Dalam perkembangan berikutnya, kata ini telah diadaptasi ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Contoh Penggunaan Kata "pseudo-" dalam Kalimat yang Alami

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menghadapi situasi di mana sesuatu yang tampaknya nyata, tetapi sebenarnya bukan sebenarnya. Contohnya, "Dia berbohong mengatakan bahwa dia berhasil dalam tes, padahal dia benar-benar gagal." Dalam contoh ini, kata "berbohong" dapat diganti dengan "pseudo-berhasil", yang berarti bahwa dia tidak benar-benar berhasil. Contoh lain, "Film tersebut adalah pseudo-dokumenter, karena banyak adegan yang dibuat oleh pihak produksi." Dalam contoh ini, kata "pseudo-dokumenter" menggambarkan bahwa film tersebut bukanlah dokumenter yang sebenarnya.

Kata "Pseudo-" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kebudayaan modern, kata "pseudo-" terus berkembang dan digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang yang menggunakan nama samaran atau identitas palsu dapat disebut sebagai "pseudo-pribadi". Dalam dunia media sosial, kita seringkali melihat konten yang dianggap sebagai "pseudo-informasi", karena tidak memiliki sumber yang kredibel. Dalam konteks ini, kata "pseudo-" menjadi penting untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang tidak sesuai dengan kenyataan.