Arti Kata "psikotes" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "psikotes" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

psikotes

psi·ko·tes /psikotés/ n prosedur pemeriksaan yg telah mengalami pembakuan, yg dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu; pengujian mental: seleksi kedua ialah wawancara dan -- untuk menjajaki kemampuan belajar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "psikotes"

📝 Contoh Penggunaan kata "psikotes" dalam Kalimat

1.Saya harus mengikuti tes psikotes sebelum diterima sebagai karyawan baru.
2.Pengembang perangkat lunak tersebut menggunakan psikotes untuk memilih karyawan terbaik.
3.Tesis tesisnya adalah tentang pengembangan psikotes yang lebih akurat.
4.Dalam proses rekrutmen, perusahaan sering menggunakan psikotes untuk mengetahui kemampuan kandidat.
5.psikotes yang digunakan dalam penelitian tersebut menunjukkan hasil yang signifikan terhadap gejala depresi.

📚 Artikel terkait kata "psikotes"

Mengenal Kata 'psikotes' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "psikotes" - Pengujian Mental untuk Membantu Seleksi

Kata "psikotes" mungkin tidak asing bagi banyak orang. Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu sebenarnya? **Psikotes** adalah prosedur pemeriksaan yang telah mengalami pembakuan, dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu. Proses ini biasanya digunakan dalam seleksi kerja untuk mengetahui kemampuan mental dan kepribadian seseorang. Dalam konteks sejarah, **psikotes** mulai digunakan pada awal abad ke-20 sebagai alat untuk mendiagnosis gangguan mental. Namun, sekarang ini digunakan lebih luas lagi untuk seleksi kerja dan pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, **psikotes** juga digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan belajar seseorang. Berikut beberapa contoh penggunaan kata **psikotes** dalam kalimat yang alami: - Saya perlu mengikuti **psikotes** untuk melamar pekerjaan baru. - Seleksi kerja ini melibatkan **psikotes** dan wawancara. - Saya tidak suka mengikuti **psikotes** karena merasa terlalu panjang. Dalam kehidupan sehari-hari, **psikotes** memiliki relevansi yang signifikan. Banyak perusahaan menggunakan **psikotes** sebagai alat untuk memilih kandidat terbaik untuk posisi yanglow. Selain itu, **psikotes** juga digunakan dalam pendidikan untuk mengukur kemampuan belajar siswa. Dalam budaya Indonesia modern, **psikotes** telah menjadi bagian dari proses seleksi yang umum digunakan.