Arti Kata "rakung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rakung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rakung

ra·kung Mk n, ra·kung·an n kerongkongan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rakung"

📝 Contoh Penggunaan kata "rakung" dalam Kalimat

1.Siswa diharapkan untuk menjaga kesehatan dan menghindari masalah pada sistem pernapasan, termasuk gangguan kerongkongan.
2.Karena terlalu banyak minum air sebelum makan, ia mengalami gejala sakit kerongkongan yang tidak nyaman.
3.Saat mengikuti kursus kesehatan, dia belajar tentang bagaimana menjaga keseimbangan asam basa pada kerongkongan.
4.Ibu meminta bantuan dokter untuk mengobati anaknya yang menderita radang kerongkongan selama beberapa hari.
5.Pemuda tersebut mengalami gangguan kerongkongan akibat mengonsumsi makanan pedas terlalu banyak dalam beberapa hari terakhir.

📚 Artikel terkait kata "rakung"

Mengenal Kata 'rakung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "rakung" - Inspirasi dalam Pengobatan Tradisional

Kata "rakung" memiliki makna yang khas dalam bahasa Indonesia, yaitu ra·kung Mk n, ra·kung·an n kerongkongan. Istilah ini sering digunakan dalam konteks pengobatan tradisional, terutama dalam pengobatan penyakit kerongkongan. Dalam sejarah, kata "rakung" telah digunakan sebagai istilah medis untuk menggambarkan kondisi kerongkongan yang tertekan atau terjepit. Penggunaan kata "rakung" dapat dilihat dalam berbagai konteks. Misalnya, "Ibu saya memiliki penyakit kerongkongan yang disebabkan oleh makanan yang tidak enak, dokter mengatakan bahwa kondisi ini adalah rakung, dan perlu diobati dengan pengobatan tradisional." Atau, "Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menemukan bahwa pasien memiliki penyakit rakung yang memerlukan pengobatan segera untuk mencegah komplikasi." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "rakung" juga digunakan dalam konteks yang berbeda. Misalnya, "Setelah minum anggur yang berkuah, aku merasa seperti memiliki kerongkongan yang tertekan, mungkin aku memiliki penyakit rakung." Atau, "Setelah melakukan gerakan yoga, aku merasa seperti kerongkongan yang terangkat, mungkin aku tidak memiliki penyakit rakung sebenarnya." Dalam budaya Indonesia modern, kata "rakung" memiliki relevansi yang penting dalam pengobatan tradisional. Banyak orang yang masih percaya pada pengobatan tradisional, termasuk pengobatan yang menggunakan kata "rakung" untuk menggambarkan kondisi kerongkongan. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks kata "rakung" agar kita dapat menggunakan istilah ini dengan benar dan efektif.