Arti Kata "randa tua" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "randa tua" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

randa tua

perempuan tua yang belum kawin

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "randa tua"

📝 Contoh Penggunaan kata "randa tua" dalam Kalimat

1.Dalam perjalanan sejarah masyarakat Indonesia, peran randa tua sangat penting dalam menjaga tradisi adat istiadat.
2.Di desa, randa tua sering menjadi penasihat bagi wanita muda yang baru menikah.
3.Dalam novel karya Pramoedya Ananta Toer, randa tua di Hutan Bambu menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan.
4.Dalam konteks budaya Jawa, randa tua dianggap memiliki kebijaksanaan dan pengalaman hidup yang dapat dipelajari.
5.Penghargaan kepada randa tua diadakan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran mereka dalam menjaga tradisi dan adat istiadat masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "randa tua"

Mengenal Kata 'randa tua' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Randa Tua" - Inspirasi dan Motivasi

Menemukan Makna Sebenarnya

Kata "randa tua" seringkali digunakan untuk menggambarkan perempuan tua yang belum menikah. Istilah ini memiliki makna yang lebih luas dan kaya dalam konteks sejarah dan budaya Indonesia. Di masa lalu, perempuan yang belum menikah seringkali dianggap sebagai randa tua atau perempuan yang belum memiliki keluarga. Namun, makna ini tidak lagi relevan dalam era modern ini.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Kata "randa tua" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menjelaskan perempuan tua yang belum menikah. Misalnya: "Ibunya adalah seorang randa tua yang sangat baik hati dan selalu membantu keluarga lain." Atau, "Kakeknya adalah seorang randa tua yang masih tinggal di desa dan suka bercerita tentang masa lalunya." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "randa tua" masih memiliki nilai dalam konteks budaya dan sejarah Indonesia.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "randa tua" masih memiliki relevansi. Misalnya, dalam acara festival atau upacara adat, perempuan tua yang belum menikah masih dianggap sebagai randa tua dan dihormati oleh masyarakat. Selain itu, kata "randa tua" juga dapat digunakan untuk menjelaskan perempuan yang telah menikah tetapi tidak memiliki anak, sehingga masih dianggap sebagai randa tua dalam konteks keluarga. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "randa tua" masih memiliki nilai dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.