Arti Kata "reduksionisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "reduksionisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

reduksionisme

re·duk·si·o·nis·me /réduksionisme/ n teori atau prosedur menyederhanakan gejala, data, dsb yg kompleks sehingga menjadi tidak kompleks

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "reduksionisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "reduksionisme" dalam Kalimat

1.Pengajar mengkritik metode reduksionisme yang digunakan dalam kuliah, karena terlalu sederhana.
2.Dalam teori ekonomi, reduksionisme seringkali membuat kesalahan besar dalam analisis pasar.
3.Saya tidak suka film yang menggunakan reduksionisme dalam menceritakan konflik antar karakter.
4.Dosen menggunakan metode reduksionisme dalam pembelajaran, tapi mahasiswa merasa kurang mendalam.
5.Pengarang menggunakan reduksionisme dalam menggambarkan tokoh-tokoh dalam novel, yang membuatnya terkesan sederhana.

📚 Artikel terkait kata "reduksionisme"

Mengenal Kata 'reduksionisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Reduksionisme" - Jembatan Menuju Pemahaman yang Lebih Mendalam

Reduksionisme adalah sebuah konsep yang telah digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari ilmu pengetahuan hingga filsafat. Menurut KBBI, reduksionisme adalah teori atau prosedur menyederhanakan gejala, data, dan lain-lain yang kompleks sehingga menjadi tidak kompleks. Dalam konteks sejarah, reduksionisme berasal dari gagasan ilmu pengetahuan yang ingin memahami fenomena alam dengan cara memecahkannya menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah reduksionisme dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, ketika seseorang memecahkan masalah yang kompleks menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, maka itu dapat dianggap sebagai aplikasi reduksionisme. Contoh lain adalah ketika seorang ilmuwan menggunakan model sederhana untuk menjelaskan suatu fenomena yang kompleks. Dalam kalimat, reduksionisme dapat digunakan seperti ini: "Ilmuwan menggunakan reduksionisme untuk memahami perubahan iklim yang kompleks." Dalam budaya Indonesia modern, reduksionisme juga memiliki relevansi yang signifikan. Banyak orang yang menggunakan reduksionisme dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika mereka memecahkan masalah keuangan menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Selain itu, reduksionisme juga digunakan dalam konteks filsafat untuk memahami fenomena sosial yang kompleks. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami konsep reduksionisme agar dapat menggunakan teknik ini dalam kehidupan sehari-hari dengan efektif.