Arti Kata "zirah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "zirah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

zirah

zi·rah n baju besi atau baju rantai yg dikenakan pd waktu berperang pd zaman dahulu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "zirah"

📝 Contoh Penggunaan kata "zirah" dalam Kalimat

1.Pada masa prasejarah, orang-orang mengenakan zirah sebagai perlindungan diri dari serangan musuh.
2.Sebagai seorang sejarawan, saya telah meneliti tentang penggunaan zirah pada masa kuno sebagai simbol kekuasaan.
3.Pada hari itu, pasukan militer mengenakan zirah besi untuk melindungi diri dari serangan musuh yang ganas.
4.Dalam kisah mitologi, pahlawan raja mengenakan zirah ajaib untuk melindungi diri dari serangan makhluk supernatural.
5.Pada masa penjajahan, bangsa Eropa mengenakan zirah sebagai simbol kekuasaan dan dominasi atas bangsa lokal.

📚 Artikel terkait kata "zirah"

Mengenal Kata 'zirah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "zirah" - Sejarah dan Kesejarahan

Dalam bahasa Indonesia, kata zirah memiliki makna yang spesifik dan kental dengan nostalgia sejarah. Dalam arti resmi, zirah merujuk pada baju besi atau baju rantai yang dikenakan pada waktu berperang pada zaman dahulu. Pada masa itu, zirah merupakan perlengkapan utama bagi prajurit dan pejuang untuk melindungi diri dari serangan musuh.

Contoh penggunaan kata zirah dalam kalimat yang alami adalah: "Prajurit Arab pada zaman kuno dikenal memakai zirah yang tebal dan kuat untuk melindungi diri dari serangan lawan." atau "Baju besi yang digunakan oleh prajurit zirah merupakan salah satu contoh perlengkapan perang yang paling efektif pada zaman dahulu."

Pada masa kini, kata zirah tidak lagi digunakan secara harfiah, tetapi konsepnya masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep zirah dapat diartikan sebagai perlindungan diri dari ancaman dan bahaya yang ada di sekitar. Oleh karena itu, zirah dapat dihubungkan dengan keamanan dan perlindungan yang diberikan oleh pemerintah kepada warga negara. Dengan demikian, makna kata zirah masih relevan dan hidup dalam kehidupan masyarakat modern Indonesia.