Arti Kata "reseptor" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "reseptor" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

reseptor

re·sep·tor /reséptor/ n ujung saraf yg peka thd rangsangan pancaindra; penerima

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "reseptor"

📝 Contoh Penggunaan kata "reseptor" dalam Kalimat

1.Reaktor kimia memiliki reseptor spesifik untuk mendeteksi perubahan suhu.
2.Pada sistem kekebalan tubuh, reseptor pada sel darah putih berperan besar dalam mengenali patogen.
3.Dalam biologi, reseptor adalah bagian sel yang dapat menangkap sinyal dari lingkungan.
4.Pada sistem saraf, reseptor pancaindra berperan dalam menerima dan mengolah informasi sensorik.
5.Dalam psikologi, reseptor dapat dikaitkan dengan kemampuan seseorang untuk mendengar dan memahami pesan verbal.

📚 Artikel terkait kata "reseptor"

Mengenal Kata 'reseptor' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Reseptor" dalam Dunia Biologi

Kata "reseptor" sering digunakan dalam konteks biologi, tetapi apa sebenarnya makna umum dan konteks historis dari kata ini? Kata reseptor berasal dari bahasa Latin "receptor", yang berarti "penerima". Dalam konteks biologi, reseptor adalah ujung saraf yang peka terhadap rangsangan pancaindra, seperti sentuhan, suara, atau bahkan bau. Reseptor ini berfungsi sebagai penerima sinyal dari lingkungan sekitar dan mengirimkan informasi tersebut ke otak untuk diproses. Reseptor dalam biologi memiliki peran penting dalam proses pengenalan dan respons terhadap lingkungan sekitar. Berikut beberapa contoh penggunaan kata reseptor dalam kalimat yang alami: - Reseptor pada hidung dapat mendeteksi bau makanan favorit kita, sehingga kita dapat mengenali dan menikmati aromanya. - Reseptor pada telinga dapat mendeteksi suara musik favorit kita, sehingga kita dapat menikmati dan mengenali lagu tersebut. - Reseptor pada kulit dapat mendeteksi sentuhan hangat atau dingin, sehingga kita dapat merasakan dan mengenali perubahan suhu sekitar. Dalam kehidupan sehari-hari, reseptor memiliki pengaruh yang signifikan dalam banyak aspek, termasuk dalam bidang medis dan teknologi. Contohnya, dalam bidang medis, reseptor dapat digunakan untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengaktifkan atau menghambat fungsi reseptor tertentu. Dalam bidang teknologi, reseptor dapat digunakan dalam pengembangan sensor dan perangkat lainnya yang dapat mendeteksi dan mengirimkan informasi. Dalam budaya Indonesia modern, reseptor juga memiliki pengaruh yang signifikan dalam banyak aspek, seperti dalam bidang seni dan budaya. Contohnya, dalam bidang seni, reseptor dapat digunakan dalam pengembangan karya seni yang dapat menstimulasi dan mengaktifkan fungsi reseptor penglihatan, pendengaran, atau bahkan perasaan.