Arti Kata "retek" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "retek" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

retek

re·tek /réték/, me·re·tek Mk v menggigil; gemetar: badannya ~ kedinginan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "retek"

📝 Contoh Penggunaan kata "retek" dalam Kalimat

1.Keesokan harinya, dia tetap merasa meledek dan menggigil setelah sakit demam.
2.Saat berada di atas kapal, dia merasakan badan mulai meretek karena cuaca yang dingin.
3.Di film itu, karakter utamanya mengalami kejang-kejang dan meretek ketika tersesat di hutan.
4.Siswa-siswi sekolah mulai meretek ketika mendengar kabar bahwa mereka harus mengikuti tes yang sulit.
5.Setelah berenang dalam air yang sangat dingin, dia mulai meretek dan menggigil.

📚 Artikel terkait kata "retek"

Mengenal Kata 'retek' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Retek" - Menggigil di Hati dan Badan

Kata "retek" biasanya digunakan dalam konteks fisik, seperti menggigil atau gemetar, terutama ketika badan mengalami kedinginan. Namun, apakah kamu pernah merasakan "retek" dalam hati? Dalam beberapa kasus, "retek" dapat berarti perasaan takut atau cemas yang meluap dalam diri seseorang. Fenomena ini telah ada sejak zaman dulu, dimana manusia cenderung memiliki reaksi emosional terhadap situasi yang tidak pasti atau berbahaya. Dalam kalimat alami, contoh penggunaan kata "retek" dapat dilihat seperti ini: - "Badannya retek saat melihat hantu di film horor." - "Dia merasa retek ketika harus menghadapi ujian." - "Kita semua retek saat mendengar berita gempa bumi." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "retek" memiliki relevansi yang sangat penting. Apalagi dalam masa pandemi ini, kita harus selalu siap menghadapi situasi yang tidak terduga. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mengelola perasaan "retek" yang mungkin terjadi dalam diri kita. Dengan demikian, kita dapat menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan hidup dan tetap stabil dalam menghadapi perubahan yang tidak pasti.