Arti Kata "sahwat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sahwat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sahwat

sah·wat ? syahwat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sahwat"

📝 Contoh Penggunaan kata "sahwat" dalam Kalimat

1.sahwat manusia seringkali menjadi penghalang dalam mencapai kebenaran.
2.Sebagai seorang mualaf, dia harus mengatasi syahwat yang telah menempel dalam hatinya selama ini.
3.Pengalaman hidup yang pahit membuatnya menyadari bahwa syahwat tak pernah membawa kebahagiaan yang sejati.
4.Dalam Islam, syahwat dianggap sebagai salah satu musuh manusia yang harus diatasi.
5.Orang-orang yang tenggelam dalam syahwat akan kehilangan niat yang baik dan menjadi egois.

📚 Artikel terkait kata "sahwat"

Mengenal Kata 'sahwat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sahwat" - Momen yang Membentuk Kita

Kata sahwat memiliki makna yang sangat luas dalam konteks budaya dan sejarah. Dalam bahasa Arab, kata ini memiliki arti 'syahwat' atau 'keinginan'. Dalam konteks sosial, sahwat seringkali dihubungkan dengan konsep keinginan atau nafsu yang mengancam kesucian dan kebaikan. Dalam beberapa budaya, sahwat dianggap sebagai musuh utama yang harus dibasmi dalam upaya menuju kesempurnaan. Penggunaan kata sahwat dalam kalimat sehari-hari seringkali terkait dengan konflik antara keinginan dan kebijaksanaan. Misalnya, "sahwat yang kuat membuatnya jatuh dalam perangkap narkotika". Atau, "sahwat yang tidak terkendali membuatnya melakukan tindakan yang tidak pantas". Contoh lain, "sahwat yang terus-menerus menghantui pikirannya, membuatnya kehilangan fokus dan produktivitas". Dalam kehidupan sehari-hari, konsep sahwat masih sangat relevan. Di era modern, sahwat seringkali diidentifikasi dengan kecenderungan mengikuti hawa nafsu tanpa memikirkan konsekuensi. Namun, dalam beberapa budaya, sahwat dianggap sebagai sumber inspirasi dan motivasi. Dalam konteks ini, sahwat dianggap sebagai dorongan untuk mencapai kesempurnaan dan kebahagiaan.