Arti Kata "satiris" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "satiris" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

satiris

sa·ti·ris 1 n pengarang satire; penulis sajak sindiran; 2 a bersifat menyindir atau mengejek; mengandung sindiran atau ejekan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "satiris"

📝 Contoh Penggunaan kata "satiris" dalam Kalimat

1.Penulis novel itu terkenal karena gaya menulis satirisnya yang mengejek kehidupan masyarakat modern.
2.Karya sastra satiris sering digunakan untuk mengkritik kondisi sosial dan politik.
3.Tolak ukur kualitas sebuah komedi adalah apakah humor atau sindirannya bersifat satiris atau tidak.
4.Dalam kuliahnya, profesor memberikan contoh puisi satiris sebagai bentuk ekspresi seni yang kompleks.
5.Buku itu dilarang oleh pemerintah karena mengandung sindiran yang dianggap satiris terhadap kepemimpinan.

📚 Artikel terkait kata "satiris"

Mengenal Kata 'satiris' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Satiris" - Pengarang Satire yang Menyindir

Kata "satiris" memiliki makna yang kaya dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini merujuk pada pengarang satire atau penulis sajak sindiran yang memiliki tujuan untuk menyindir atau mengejek masyarakat, politik, atau kebudayaan. Dalam sejarah sastra, kata satiris telah digunakan oleh banyak pengarang untuk mengkritik dan menggugat status quo dengan cara yang kreatif dan cerdas. Dalam konteks sosial, kata satiris sering digunakan untuk menggambarkan keadaan yang absurd, ironis, atau tidak adil. Dalam budaya Indonesia modern, kata satiris juga digunakan untuk mengkritik kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang tidak seimbang. Misalnya, jika seseorang berkata "kabar gembira bagi mereka yang tidak memiliki uang, karena mereka tidak perlu membayar pajak!", maka kata tersebut dapat digunakan sebagai contoh penggunaan kata satiris yang menyindir sistem pajak yang tidak adil. Berikut beberapa contoh penggunaan kata satiris dalam kalimat yang alami: - Penulis sajak satiris tersebut menulis cerita yang menggambarkan kehidupan orang kaya yang sombong dan tidak peduli dengan nasib orang miskin. - Politikus tersebut menggunakan kata-kata satiris untuk mengkritik lawan politiknya yang tidak memiliki kemampuan untuk mengelola negara. - Seseorang berkata bahwa "permen karet yang dibuat dari bahan kimia adalah contoh produk satiris yang tidak bermanfaat bagi kesehatan manusia". Dalam kehidupan sehari-hari, kata satiris digunakan dalam berbagai konteks untuk mengkritik dan menggugat status quo. Dalam budaya Indonesia modern, kata satiris sering digunakan dalam bentuk humor, parodi, dan satire untuk menggambarkan keadaan yang absurd atau tidak adil. Dengan demikian, kata satiris menjadi alat yang efektif untuk mengkritik dan menggugat kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang tidak seimbang.