Arti Kata "satwa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "satwa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

satwa

sat·wa n binatang;
-- buru satwa liar yg menurut undang-undang atau peraturan telah ditetapkan untuk dapat diburu; -- langka binatang yg tinggal sedikit jumlahnya dan perlu dilindungi (spt jalak putih, cenderawasih); -- liar semua binatang yg hidup di darat dan di air yg masih mempunyai sifat liar, baik yg hidup bebas maupun yg dipelihara oleh manusia; -- migran satwa yg berpindah tempat secara teratur dl waktu dan ruang tertentu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "satwa"

📝 Contoh Penggunaan kata "satwa" dalam Kalimat

1.Masyarakat setempat dibolehkan untuk melindungi satwa liar di hutan mereka sendiri.
2.Kita harus mematuhi peraturan untuk melindungi satwa langka di Indonesia.
3.Sebagai seorang pecinta alam, dia sangat peduli dengan kelestarian satwa liar di habitat aslinya.
4.Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah satwa migran yang berpindah tempat secara teratur semakin menurun.
5.Sekolah menjadikan satwa liar sebagai tema utama untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

📚 Artikel terkait kata "satwa"

Mengenal Kata 'satwa' - Inspirasi dan Motivasi

Menyelamatkan Satwa: Makna dan Kegunaannya dalam Kehidupan

Kata satwa seringkali digunakan dalam konteks konservasi alam dan pelestarian ekosistem. Namun, makna umumnya lebih luas dan terkait dengan binatang liar yang hidup di darat dan di air. Dalam sejarah, satwa seringkali dianggap sebagai sumber daya yang berharga, terutama dalam budaya Indonesia. Banyak suku bangsa di Indonesia yang memiliki hubungan spiritual dengan satwa dan alam sekitar. Dalam kehidupan sehari-hari, kata satwa seringkali digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, "Kami akan melakukan survei satwa liar di hutan untuk melihat jumlah populasi yang menurun." Atau, "Proyek pelestarian satwa langka di Indonesia telah berjalan selama beberapa tahun." Contoh lainnya adalah, "Kegiatan satwa migran dapat menjadi indikator perubahan iklim." Kata satwa juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Banyak organisasi non-pemerintah yang berfokus pada pelestarian satwa dan ekosistem. Selain itu, penelitian tentang satwa juga menjadi penting dalam memahami perubahan iklim dan ekosistem. Dengan demikian, kata satwa tidak hanya terkait dengan alam, tetapi juga dengan kehidupan manusia dan masa depan planet ini.