Arti Kata "sawah kelatakan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sawah kelatakan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sawah kelatakan

sawah yang tidak diairi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sawah kelatakan"

📝 Contoh Penggunaan kata "sawah kelatakan" dalam Kalimat

1.sawah kelatakan di desa ini tidak dapat berproduksi karena kekeringan musim panas.
2.Saat melakukan penelitian, saya menemukan beberapa sawah kelatakan yang perlu diberi perhatian.
3.Dalam karya sastra, sawah kelatakan sering dijadikan simbol keadaan hidup yang tidak stabil.
4.Pengelolaan sawah kelatakan memerlukan perencanaan yang lebih matang untuk meningkatkan produksi.
5.Penggunaan air irigasi yang tidak efektif menyebabkan sawah kelatakan di daerah ini.

📚 Artikel terkait kata "sawah kelatakan"

Mengenal Kata 'sawah kelatakan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sawah kelatakan" - Inspirasi dan Motivasi

Sawah kelatakan merupakan istilah yang familiar di kalangan masyarakat pedesaan, terutama di daerah Jawa. Menurut KBBI, sawah kelatakan adalah sawah yang tidak diairi. Dalam konteks sejarah, sawah kelatakan sering diasosiasikan dengan kegagalan panen atau kekurangan air hujan yang signifikan. Hal ini menyebabkan sawah tidak dapat diisi dengan air, sehingga tidak dapat dipanen. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah sawah kelatakan sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak ideal. Misalnya, "usaha kami mengalami sawah kelatakan karena kurangnya investasi" atau "kegagalan proyek ini disebabkan oleh sawah kelatakan dalam perencanaannya". Dalam kalimat lain, "petani harus berjuang keras untuk mengatasi sawah kelatakan yang terjadi setiap tahun". Dalam konteks modern, sawah kelatakan juga dapat diartikan sebagai kegagalan atau hasil yang tidak memuaskan. Misalnya, "usaha kami mengalami sawah kelatakan karena kurangnya kerja sama antar tim". Dalam budaya Indonesia modern, sawah kelatakan sering digunakan sebagai kata bermakna positif untuk menggambarkan situasi yang perlu diatasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks sawah kelatakan untuk dapat menggunakan istilah ini dengan lebih tepat.