Arti Kata "selaput otak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "selaput otak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

selaput otak

selaput tipis penyalut otak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "selaput otak"

📝 Contoh Penggunaan kata "selaput otak" dalam Kalimat

1.selaput otaknya terluka akibat kecelakaan lalu lintas itu.
2.Dokter memeriksa selaput otaknya untuk mengetahui tingkat keparahan cedera.
3.selaput otak yang rusak membuatnya harus menjalani operasi darurat.
4.Peneliti baru saja menemukan cara untuk meningkatkan kesehatan selaput otak.
5.Kondisi selaput otak yang rapuh membuatnya lebih rentan terhadap penyakit degeneratif.

📚 Artikel terkait kata "selaput otak"

Mengenal Kata 'selaput otak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "selaput otak" - Fungsi dan Kaitannya dalam Kehidupan

Dalam konteks biologis, selaput otak adalah lapisan tipis yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Namun, dalam konteks sehari-hari, kata ini sering digunakan sebagai metafora untuk keberanian, kreativitas, atau kemampuan berpikir yang tajam. Sejarahnya, kata ini telah digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam seni, sastra, dan bahkan dalam percakapan sehari-hari.

Contoh penggunaan kata selaput otak dalam kalimat yang alami adalah: "Dia memiliki selaput otak yang tangguh, sehingga bisa menyelesaikan proyek yang sulit." Atau, "Dia memiliki kemampuan berpikir yang tajam, seperti memiliki selaput otak yang kuat." Dalam kedua contoh tersebut, kata selaput otak digunakan untuk menggambarkan kemampuan berpikir atau kreativitas seseorang.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata selaput otak memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan keberanian atau kreativitas seseorang. Misalnya, jika seseorang berhasil menyelesaikan proyek yang sulit, maka dia akan dikatakan memiliki selaput otak yang kuat. Bahkan, dalam beberapa konteks, kata ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan berpikir yang tajam, seperti dalam dunia bisnis atau keuangan.