Arti Kata "sendon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sendon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sendon

sen·don Jw n nyanyian dalang dl pewayangan untuk melukiskan suasana, tempat, atau keadaan yg sifatnya mengharukan, biasanya diiringi dng gender, seruling, dan gambang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sendon"

📝 Contoh Penggunaan kata "sendon" dalam Kalimat

1.Pada pertunjukan wayang, nyanyian sendon dapat menggambarkan suasana malam gelap.
2.Dalam sastra Jawa kuno, sendon merupakan salah satu elemen penting dalam pewayangan.
3.Sebagai seniman pewayangan, dia harus bisa mengubah sendon menjadi alat ungkapkan perasaan.
4.Pada pertunjukan di hari raya, sendon sering digunakan untuk mengiringi penampilan tarian tradisional.
5.Dalam prosa lama Jawa, sendon digunakan untuk menggambarkan suasana hati para tokoh dalam cerita.

📚 Artikel terkait kata "sendon"

Mengenal Kata 'sendon' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sendon" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks Sejarah

Kata "sendon" memiliki makna yang sangat khas dalam konteks budaya Indonesia, terutama dalam pewayangan. Sendon adalah nyanyian dalang yang digunakan untuk melukiskan suasana, tempat, atau keadaan yang mengharukan. Biasanya, sendon diiringi dengan alat musik tradisional seperti gender, seruling, dan gambang. Dalam sejarahnya, sendon digunakan sebagai cara untuk mengungkapkan perasaan dan emosi dalam cerita pewayangan.

Contoh Penggunaan Sendon dalam Kalimat

Sendon sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan suasana yang mengharukan. Misalnya, "Dalang memperdengarkan sendon untuk menggambarkan kekecewaan Roro Jonggrang terhadap Raden Inu Kertapati." Dalam kalimat ini, sendon digunakan untuk menggambarkan perasaan Roro Jonggrang yang sedih dan kecewa. Contoh lainnya, "Sendon diiringi oleh gender dan gambang untuk menggambarkan kehancuran kota Majapahit." Dalam kalimat ini, sendon digunakan untuk menggambarkan kehancuran kota Majapahit yang sangat mengharukan.

Relevansi Sendon dalam Budaya Indonesia Modern

Meskipun pewayangan telah berkembang menjadi bentuk hiburan yang modern, namun sendon masih memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Sendon digunakan sebagai cara untuk mengungkapkan perasaan dan emosi dalam bentuk seni tradisional. Dalam beberapa kesempatan, sendon digunakan dalam konser musik tradisional atau dalam pertunjukan teater yang menggabungkan unsur-unsur budaya Indonesia. Dengan demikian, sendon masih memiliki peran penting dalam budaya Indonesia modern sebagai cara untuk mengungkapkan perasaan dan emosi dalam bentuk seni tradisional.