Arti Kata "tancang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tancang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tancang

tan·cang v, me·nan·cang v menambat; mengikat pd tonggak dsb (tt kambing dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tancang"

📝 Contoh Penggunaan kata "tancang" dalam Kalimat

1.Petugas keamanan harus tancang menghadapi situasi darurat di lapangan.
2.Penjaga hewan harus tancang mengikat kambing yang berlarian di lapangan.
3.Teknik tancang memerlukan ketelitian dan keamanan saat mengikat kabel listrik.
4.Dalam proses pembuatan patung, seniman harus tancang mengikat patok di tanah.
5.Guru harus tancang mengikat bahan-bahan di ruang kelas untuk proses pembelajaran.

📚 Artikel terkait kata "tancang"

Mengenal Kata 'tancang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tancang" - Penghubung Kehidupan Petani

Kata "tancang" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu menambat atau mengikat pada tonggak, kayu, atau bahkan kambing. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan oleh petani dan nelayan untuk mengikat bahan-bahan yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Pada masa lalu, kata "tancang" menjadi sangat penting dalam kehidupan petani. Mereka menggunakan tancang untuk mengikat tanaman padi atau jagung pada pilar kayu, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan tidak terbanting. Selain itu, tancang juga digunakan untuk mengikat kambing yang digunakan sebagai ternak. Dengan demikian, kata "tancang" menjadi bagian dari kehidupan petani yang sangat penting. Tancang juga dapat digunakan dalam kalimat yang alami, seperti "Petani menggunakan tancang untuk mengikat tanaman padi pada pilar kayu." atau "Kambing yang terikat dengan tancang dapat berjalan dengan lebih aman." Dalam kedua kalimat tersebut, kata "tancang" digunakan untuk menggambarkan aksi yang dilakukan oleh petani atau kambing. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tancang" masih relevan dan digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam kegiatan peternakan, tancang digunakan untuk mengikat kambing atau sapi pada gantungan. Dalam kegiatan pertanian, tancang digunakan untuk mengikat tanaman padi atau jagung pada pilar kayu. Dengan demikian, kata "tancang" tetap menjadi bagian dari kehidupan petani dan peternak yang sangat penting. Dalam budaya Indonesia modern, kata "tancang" juga memiliki makna yang lebih luas. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, tancang dapat digunakan untuk menggambarkan aksi yang dilakukan dengan hati-hati dan teliti, sehingga tidak terjadi kesalahan. Dengan demikian, kata "tancang" tetap menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang sangat penting dan berguna.