Arti Kata "sepala-pala" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sepala-pala" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sepala-pala

se·pa·la-pa·la adv 1 (jika hendak atau terpaksa benar) sesempurna-sempurnanya; sama sekali; 2 karena sudah terlanjur: -- mandi biar basah; -- berdawat biar hitam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sepala-pala"

📝 Contoh Penggunaan kata "sepala-pala" dalam Kalimat

1.Ia meminta saya untuk menikah sepala-pala, tanpa pertimbangan apapun lagi.
2.Dia tidak bisa menolak tawaran sepala-pala itu, karena sudah terlanjur menerima.
3.Pakar ekologi mengatakan bahwa kita harus mengurangi polusi sepala-pala, agar lingkungan tetap seimbang.
4.Dia memutuskan untuk memutuskan hubungan sepala-pala, tanpa ada harapan untuk kembali.
5.Pada akhirnya, ia mengakui bahwa keputusannya sepala-pala, dan tidak bisa diubah lagi.

📚 Artikel terkait kata "sepala-pala"

Mengenal Kata 'sepala-pala' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sepala-pala" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sepala-pala" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi apa maknanya yang sebenarnya? Kata ini berasal dari bahasa Indonesia, dan maknanya adalah "se·pa·la-pa·la adv 1 (jika hendak atau terpaksa benar) sesempurna-sempurnanya; sama sekali; 2 karena sudah terlanjur: -- mandi biar basah; -- berdawat biar hitam". Dalam konteks historis, kata ini mungkin muncul sebagai cara untuk menggambarkan keadaan yang sempurna atau tidak ada cela. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sepala-pala" sering digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak dapat diubah lagi. Misalnya, jika kamu sudah makan makanan yang tidak enak, kamu mungkin akan mengatakan "aku sudah makan, biar basah" guna menghindari rasa tidak enak. Atau, jika kamu sudah berdawat, kamu mungkin akan mengatakan "aku sudah berdawat, biar hitam" untuk tidak perlu khawatir tentang kebersihan. Kata "sepala-pala" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih positif. Misalnya, jika kamu sudah sukses dalam pekerjaan, kamu mungkin akan mengatakan "aku sudah sukses, sepala-pala" untuk menggambarkan keadaan yang sempurna. Atau, jika kamu sudah menyelesaikan proyek, kamu mungkin akan mengatakan "aku sudah menyelesaikan proyek, sepala-pala" untuk menggambarkan keadaan yang tidak ada cela. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sepala-pala" dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak dapat diubah lagi. Namun, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan yang sempurna atau tidak ada cela. Dengan menggunakan kata "sepala-pala", kamu dapat menggambarkan keadaan yang sesuai dengan apa yang kamu inginkan.