Arti Kata "silaf" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "silaf" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

silaf

si·laf ? khilaf

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "silaf"

📝 Contoh Penggunaan kata "silaf" dalam Kalimat

1.Pengadilan memutuskan bahwa hakim bersalah secara silaf karena menyalahgunakan kekuasaannya.
2.Mereka tidak perlu mengikuti pelajaran silaf, karena sudah lulus ujian masuk kuliah.
3.Dalam puisinya, penyair menyampaikan perasaan silaf terhadap keindahan alam yang memukau.
4.Dalam masyarakat, ada perbedaan pandangan tentang silaf antara remaja dan generasi tua.
5.Pengadilan menunggu laporan dari polisi untuk melihat apakah tersangka bersalah secara silaf atau tidak.

📚 Artikel terkait kata "silaf"

Mengenal Kata 'silaf' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Silaf" - Inspirasi dan Motivasi

Kata silaf seringkali digunakan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia, terutama dalam konteks pernikahan. Dalam arti resmi, silaf memiliki arti 'si·laf ? khilaf', yang berarti tidak adil atau tidak seimbang. Namun, dalam konteks budaya, silaf lebih sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak adil atau tidak seimbang dalam hubungan pernikahan. Dalam sejarah, kata silaf digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seorang suami tidak adil kepada istrinya. Misalnya, suami yang tidak memberikan perhatian yang sama kepada istrinya atau tidak berkontribusi dalam kehidupan rumah tangga. Kata silaf juga digunakan dalam konteks kesetaraan dalam pernikahan, seperti ketika suami dan istri tidak memiliki kekuasaan yang sama dalam keputusan rumah tangga. Contoh penggunaan kata silaf dalam kalimat yang alami dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut: * "Pernikahan kami tidak adil, suami saya seringkali tidak memberikan perhatian yang sama kepada saya." * "Kami memiliki perbedaan pendapat dalam kehidupan rumah tangga, tapi suami saya tidak mau mendengarkan pendapat saya." * "Suami saya tidak mau bekerja, tapi saya yang harus mencari nafkah untuk kedua kami." Dalam kehidupan sehari-hari, kata silaf masih relevan dalam konteks pernikahan dan hubungan pasangan. Dalam budaya Indonesia, pernikahan dianggap sebagai ikatan yang kuat dan abadi, namun masih ada banyak pasangan yang mengalami masalah dalam hubungan mereka. Kata silaf dapat digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak adil atau tidak seimbang dalam hubungan pernikahan. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks kata silaf dalam budaya Indonesia modern.