Arti Kata "sinekdoke" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sinekdoke" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sinekdoke

si·nek·do·ke /sinékdoké/ n 1 majas pertautan yg menyebutkan nama bagian sbg pengganti nama keseluruhannya: pars pro toto; 2 majas pertautan yg menyebutkan nama keseluruhan sbg pengganti nama bagiannya: totem pro parte; 3 majas pertautan yg menyebutkan nama bahan sbg pengganti nama barang yg terbuat dr bahan itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sinekdoke"

📝 Contoh Penggunaan kata "sinekdoke" dalam Kalimat

1.Pengajar mengatakan bahwa anak-anak harus belajar banyak buku, bukan hanya buku pelajaran.
2.Kebanyakan orang membeli mobil, bukan mobil listrik.
3.Banyak orang yang suka makan nasi, bukan nasi goreng.
4.Pengusaha kaya membeli rumah mewah, bukan apartemen.
5.Pemain sepak bola terkenal tidak hanya bermain di lapangan, tetapi juga di stadion.

📚 Artikel terkait kata "sinekdoke"

Mengenal Kata 'sinekdoke' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sinekdoke" - Kunci Majas yang Mengungkapkan Makna Lebih dalam

Sinekdoke, atau yang sering disebut sebagai majas pertautan, adalah salah satu jenis majas yang digunakan dalam bahasa Indonesia untuk memberikan makna lebih dalam pada kata atau kalimat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, "synekdoche", yang berarti "pembentukan kembali" atau "pembentukan ulang". Dalam konteks sejarah, sineldekoe pertama kali digunakan oleh para penulis Yunani kuno untuk memberikan makna yang lebih kompleks pada teks-teks mereka. Sinekdoke sendiri dapat digunakan dalam beberapa cara, yaitu dengan menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhan (pars pro toto), menyebutkan nama keseluruhan sebagai pengganti nama bagiannya (totem pro parte), atau menyebutkan nama bahan sebagai pengganti nama barang yang terbuat dari bahan itu. Dengan demikian, sinekdoke dapat digunakan untuk mengungkapkan makna yang lebih dalam dan kompleks pada kata atau kalimat. Contoh penggunaan sinekdoke dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut. "Pengemudi mobil itu sangat berpengalaman, sehingga dia dapat mengemudi dengan cepat dan aman." Dalam kalimat ini, "pengemudi mobil" dapat diartikan sebagai "mobil itu sendiri", sehingga sinekdoke digunakan untuk memberikan makna yang lebih dalam. Selain itu, sinekdoke juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Misalnya, ketika seseorang berkata "bunyi gitar itu sangat indah", maka sinekdoke digunakan untuk memberikan makna bahwa bunyi gitar itu sendiri yang indah, bukan hanya gitar itu sendiri. Dengan demikian, sinekdoke dapat digunakan untuk mengungkapkan makna yang lebih kompleks dan mendalam pada kata atau kalimat. Dalam kesimpulan, sinekdoke adalah salah satu jenis majas yang digunakan dalam bahasa Indonesia untuk memberikan makna lebih dalam pada kata atau kalimat. Dengan cara menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhan, nama keseluruhan sebagai pengganti nama bagiannya, atau nama bahan sebagai pengganti nama barang yang terbuat dari bahan itu, sinekdoke dapat digunakan untuk mengungkapkan makna yang lebih kompleks dan mendalam.