Arti Kata "sitir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sitir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sitir

si·tir v, me·nyi·tir v menyebut atau menulis kembali kata-kata yg telah disebut (ditulis) orang lain; mengutip: ia senang sekali -- ucapan Socrates, Voltaire, dan Shakespeare

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sitir"

📝 Contoh Penggunaan kata "sitir" dalam Kalimat

1.Mahasiswa harus menyitir sumber buku yang digunakan dalam laporan tugas.
2.Dalam karya sastra, penulis sering menggunakan sitir untuk mengutip kata-kata tokoh.
3.Guru mengajarkan anak didiknya cara menyitir sumber dan membuat kutipan yang benar.
4.Pernyataan Presiden tentang keamanan nasional disitir media massa dan menjadi perdebatan.
5.Ia merasa bangga karena kutipan puisinya disitir dalam buku antologi puisi muda.

📚 Artikel terkait kata "sitir"

Mengenal Kata 'sitir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sitir" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sitir" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia, yaitu menyebut atau menulis kembali kata-kata yang telah disebut (ditulis) orang lain. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan dalam sastra dan ilmu pengetahuan untuk mengutip pendapat atau kata-kata bijak dari tokoh-tokoh terkemuka. Dalam budaya Indonesia, kata sitir juga memiliki makna yang lebih luas, yaitu menghargai dan mengutip pendapat orang lain sebagai bentuk penghormatan. Sitir sering digunakan dalam berbagai kalimat, seperti: "Ia senang sekali -- ucapan Socrates" atau "Kata-kata bijak dari Voltaire sering disitir dalam diskusi ilmiah". Contoh lainnya adalah: "Dalam bukunya, penulis banyak menyitir kutipan dari sastra klasik sebagai inspirasi". Dalam konteks ini, kata sitir menunjukkan rasa hormat dan apresiasi terhadap karya orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kata sitir memiliki relevansi yang sangat penting. Dalam budaya Indonesia, mengutip pendapat atau kata-kata bijak dari orang lain dianggap sebagai tanda penghormatan dan kehormatan. Dalam dunia pendidikan, mengutip sumber dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan menggunakannya dengan tepat, sehingga kita dapat menunjukkan rasa hormat dan apresiasi terhadap karya orang lain.