Arti Kata "sudah masuk angin" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sudah masuk angin" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sudah masuk angin

Peribahasa perihal suatu perkara yang sudah dicampuri orang lain sehingga tidak benar lagi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sudah masuk angin"

📝 Contoh Penggunaan kata "sudah masuk angin" dalam Kalimat

1.Pernyataan politik partai tersebut sudah masuk angin dan tidak dapat dipercaya lagi.
2.Pemimpin yang sudah masuk angin tidak dapat dipercaya oleh rakyat.
3.Kata-kata kritik yang diaucapkan kepada saya sudah masuk angin dan menyinggung perasaan.
4.Pernyataan tersebut sudah masuk angin dan tidak ada bukti yang mendukungnya.
5.Dalam perundingan, proposal yang diajukan sudah masuk angin dan tidak sesuai dengan kepentingan kelompok kami.

📚 Artikel terkait kata "sudah masuk angin"

Mengenal Kata 'sudah masuk angin' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sudah masuk angin" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sudah masuk angin" adalah peribahasa yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, peribahasa ini memiliki makna "perihal suatu perkara yang sudah dicampuri orang lain sehingga tidak benar lagi". Kata ini memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia.

Asal Usul Kata "sudah masuk angin"

Pada zaman dulu, "masuk angin" memiliki makna yang sama dengan "tercampur". Seseorang yang "masuk angin" berarti telah terlibat dalam suatu perkara atau urusan yang tidak semestinya. Dengan demikian, perkataan "sudah masuk angin" bermakna bahwa suatu perkara telah menjadi tidak benar lagi karena telah dicampuri orang lain.

Contoh Penggunaan Kata "sudah masuk angin"

Kata "sudah masuk angin" sering digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Saya tidak mau lagi membantu teman saya yang sudah masuk angin dalam urusan pernikahan". Dalam kalimat ini, kata "sudah masuk angin" digunakan untuk menggambarkan bahwa urusan pernikahan telah menjadi tidak benar lagi karena telah dicampuri orang lain. Contoh lain adalah, "Ia tidak boleh lagi mengurus bisnis karena sudah masuk angin dengan rekan bisnisnya". Dalam kalimat ini, kata "sudah masuk angin" digunakan untuk menggambarkan bahwa bisnis telah menjadi tidak benar lagi karena telah dicampuri orang lain.

Relevansi Kata "sudah masuk angin" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "sudah masuk angin" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era digital, kita sering kali melihat perkara yang tidak benar lagi karena telah dicampuri orang lain. Contohnya, suatu perusahaan yang telah menjadi korup karena telah dicampuri oleh pegawai yang tidak bertanggung jawab. Dalam kasus seperti ini, kata "sudah masuk angin" sangat relevan untuk digunakan. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan dalam konteks personal, seperti dalam kasus seseorang yang telah menjadi korban karena telah dicampuri oleh orang lain. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "sudah masuk angin" masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.