Arti Kata "uang selawat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "uang selawat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

uang selawat

uang yang diberikan sebagai upah kepada orang yang membacakan doa (pd waktu selamatan dan sebagainya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "uang selawat"

📝 Contoh Penggunaan kata "uang selawat" dalam Kalimat

1.uang selawat yang diberikan kepada ustaz atas kehadirannya sangat berarti bagi kami.
2.Pengurus kegiatan mengatakan bahwa uang selawat telah terkumpul lebih dari Rp 1 juta.
3.Pada tradisi ini, pengemis akan menerima uang selawat dari para hadirin.
4.Orang tua saya selalu memberikan uang selawat kepada ustaz di masjid setiap bulan.
5.Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa uang selawat harus diberikan kepada orang yang membaca doa.

📚 Artikel terkait kata "uang selawat"

Mengenal Kata 'uang selawat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Uang Selawat" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "uang selawat" adalah istilah yang sering digunakan dalam konteks keagamaan dan tradisi di Indonesia. Uang selawat adalah **uang yang diberikan sebagai upah** kepada orang yang membacakan doa pada waktu tertentu, seperti selamatan atau acara penting lainnya. Dalam sejarah, praktek ini telah menjadi tradisi yang melekat pada masyarakat Indonesia, terutama pada komunitas Muslim. Dalam konteks keagamaan, **uang selawat** diberikan sebagai bentuk penghargaaan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya. Selain itu, uang selawat juga menjadi sumber pendapatan bagi para pembaca doa yang memiliki kemampuan dan keahlian untuk membacakan doa dengan baik. Dengan demikian, praktek ini tidak hanya memiliki arti spiritual, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi para penerima uang selawat. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "uang selawat" sering digunakan dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Saya memberikan uang selawat kepada ustaz yang membacakan doa pada hari ulang tahunku" atau "Uang selawat yang saya berikan kepada anak saya akan digunakan untuk kebutuhan sekolahnya". Dengan demikian, uang selawat tidak hanya memiliki arti spiritual, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, praktek **uang selawat** masih sangat melekat. Banyak orang yang masih melaksanakan tradisi ini dengan ikhlas dan penuh rasa syukur. Dengan demikian, uang selawat menjadi salah satu contoh penting dari budaya Indonesia yang masih lestari hingga hari ini.