Arti Kata "syubahat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "syubahat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

syubahat

syu·ba·hat ? syubhat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "syubahat"

📝 Contoh Penggunaan kata "syubahat" dalam Kalimat

1.Doktor mengajukan syubhat atas metode penelitian yang telah dilakukan.
2.Di dalam kitab suci, ada beberapa syubhat yang harus dipahami oleh umat.
3.Ibu menanyakan syubhat kepada anaknya sebelum membeli mainan.
4.Guru memberikan syubhat kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan.
5.Di dalam perdebatan, pihak A mengajukan syubhat atas klaim pihak B.

📚 Artikel terkait kata "syubahat"

Mengenal Kata 'syubahat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Syubahat" - Inspirasi dan Motivasi

Pada dasarnya, syubahat adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab, yang memiliki arti "sengaja melakukan kesalahan" atau "membuat kesalahan dengan sengaja". Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan aksi seseorang yang melakukan kesalahan dengan sengaja, baik dalam hal agama, hukum, atau kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, syubahat dapat memiliki banyak konotasi. Misalkan, seseorang yang melakukan kesalahan sengaja dalam pekerjaan mereka, seperti mengirimkan laporan yang salah atau melakukan kesalahan dalam penggunaan perangkat. Contoh lain, seseorang yang melakukan kesalahan dalam hubungan asmara mereka, seperti mengatakan hal yang salah atau melakukan tindakan yang tidak sopan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi di mana kita harus menghadapi kesalahan atau syubahat. Misalkan, seseorang yang melakukan kesalahan dalam pengemudi, seperti mengendarai mobil dengan kecepatan yang terlalu tinggi. Dalam situasi seperti ini, kita harus memiliki kemampuan untuk menghadapi kesalahan tersebut dengan bijak dan tidak menyalahkan orang lain. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kesadaran diri dan menghindari kesalahan yang sama di masa depan.