Arti Kata "tasybih" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tasybih" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tasybih

tasy·bih n antromorfis

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tasybih"

📝 Contoh Penggunaan kata "tasybih" dalam Kalimat

1.Dalam mitologi Yunani, dewa Zeus sering ditasybihkan sebagai seekor gajah atau seekor elang untuk menunjukkan kekuasaannya.
2.Ilustrasi ini menggunakan tasybih untuk menggambarkan kekuatan yang melebihi kemampuan manusia.
3.Dalam Islam, Allah sering ditasybihkan sebagai matahari, cahaya, dan kekuatan untuk menunjukkan sifat-sifat-Nya yang agung.
4.Dalam puisi kuno, sang dewi seringkali ditasybihkan sebagai seekor burung hantu untuk menggambarkan kebebasannya.
5.Dalam konteks pendidikan, guru sering ditasybihkan sebagai orang tua untuk menunjukkan peran mereka sebagai penjaga dan pelindung.

📚 Artikel terkait kata "tasybih"

Mengenal Kata 'tasybih' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tasybih" - Inspirasi dan Motivasi

Asal Mula dan Makna Umum

Kata "tasybih" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Arab. Dalam arti resmi, tasybih adalah antomorfis, yang berarti memberikan fitrah atau sifat pada sesuatu yang tidak memiliki fitrah itu sendiri. Konsep ini telah digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari filsafat, teologi, dan bahkan dalam puisi dan sastra. Dalam sejarah, tasybih digunakan untuk menggambarkan hubungan antara manusia dan Tuhan, serta antara alam dan kehidupan.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, tasybih dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita mengatakan bahwa "bulan yang terang benderang seperti cahaya dari hati seseorang", kita menggunakan tasybih untuk menggambarkan hubungan antara bulan dan cahaya. Atau, ketika kita mengatakan bahwa "hujan yang deras seperti tangis anak kecil", kita menggunakan tasybih untuk menggambarkan hubungan antara hujan dan tangis. Dalam contoh-contoh ini, tasybih digunakan untuk memberikan makna yang lebih dalam dan emosional pada sesuatu yang biasanya hanya dianggap sebagai kejadian alam.

Relevansi dalam Kehidupan Sekarang

Dalam budaya Indonesia modern, tasybih masih digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam sastra, puisi, maupun dalam percakapan sehari-hari. Contohnya, dalam sebuah syair, tasybih digunakan untuk menggambarkan hubungan antara alam dan kehidupan, seperti "alam yang indah seperti kehidupan yang bahagia". Dalam contoh-contoh ini, tasybih digunakan untuk memberikan makna yang lebih dalam dan filosofis pada sesuatu yang biasanya hanya dianggap sebagai kejadian alam. Dengan demikian, tasybih masih relevan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan antara alam dan kehidupan.