Arti Kata "tekung buluh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tekung buluh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tekung buluh

ruas bambu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tekung buluh"

📝 Contoh Penggunaan kata "tekung buluh" dalam Kalimat

1.Pembuatannya menggunakan paku dan tekung buluh untuk membangun rumah tradisional.
2.tekung buluh digunakan sebagai alat untuk membersihkan tanah sebelum pembangunan sebuah bangunan.
3.Para pelajar menggunakan tekung buluh sebagai alat untuk mengukur volume cairan kimia.
4.tekung buluh menjadi sarana penting dalam proses penguapan cairan kimia dalam praktikum kimia.
5.Dalam kesenian tradisional, penggunaan tekung buluh sebagai instrumen musik menjadi sangat populer.

📚 Artikel terkait kata "tekung buluh"

Mengenal Kata 'tekung buluh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tekung buluh" - Ruas Bambu dalam Budaya Indonesia

Kata "tekung buluh" memiliki makna umum sebagai ruas bambu, tetapi dalam konteks historis dan sosial, kata ini memiliki makna yang lebih dalam. Dalam bahasa Sunda, kata "tekung" berarti ruas bambu, sedangkan "buluh" berarti bambu. Oleh karena itu, kata "tekung buluh" dapat diartikan sebagai ruas bambu yang kuat dan tangguh. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tekung buluh" sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Dia menggunakan ruas bambu (tekung buluh) untuk membuat perangkap ikan." Atau, "Dia membawa ruas bambu (tekung buluh) sebagai senjata untuk berburu." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata "tekung buluh" digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang kuat dan tangguh. Dalam budaya Indonesia modern, kata "tekung buluh" memiliki relevansi yang signifikan. Bambu, yang merupakan bahan baku untuk membuat ruas bambu (tekung buluh), merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting. Oleh karena itu, penggunaan kata "tekung buluh" dapat menjadi simbol kekuatan dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan hidup. Dalam beberapa tradisi budaya Indonesia, kata "tekung buluh" juga digunakan sebagai simbol keberanian dan kekuatan. Misalnya, dalam upacara adat di Jawa, ruas bambu (tekung buluh) digunakan sebagai senjata untuk mengusir roh-roh jahat. Oleh karena itu, kata "tekung buluh" dapat menjadi inspirasi untuk kita semua dalam menghadapi tantangan hidup. Dalam kesimpulan, kata "tekung buluh" memiliki makna yang sangat dalam dan luas dalam budaya Indonesia. Dari makna umum sebagai ruas bambu hingga penggunaan dalam berbagai konteks, kata ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita semua dalam menghadapi tantangan hidup.