Arti Kata "temperau" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "temperau" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

temperau

tem·pe·rau /témperau/ v, ber·tem·pe·rau v saling mengungkit-ungkit keburukan (kesalahan) masing-masing; saling menempelak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "temperau"

📝 Contoh Penggunaan kata "temperau" dalam Kalimat

1.Dalam pertemuan hari itu, mereka berdua berdebat sengit dan bertemperau satu sama lain tentang keputusan yang diambil.
2.Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat orangtua yang berdebat dan bertemperau karena perbedaan pendapat tentang cara mendidik anaknya.
3.Dia merasa sangat marah ketika temannya berusaha menempelak dan bertemperau tentang kebiasaannya yang tidak baik.
4.Dalam novel karya penulis terkenal, tokoh utama dan musuhnya terus-menerus berdebat dan bertemperau dalam rangkaian pertarungan yang sengit.
5.Pada akhirnya, dia menyadari bahwa berdebat dan bertemperau hanya akan membuat situasi menjadi semakin buruk dan tidak efektif dalam mencari solusi.

📚 Artikel terkait kata "temperau"

Mengenal Kata 'temperau' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Temperau" - Menghindari Konflik Dengan Bijak

Kata "temperau" memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia, yaitu mengungkit-ungkit keburukan (kesalahan) masing-masing. Dalam konteks historis, kata ini biasanya digunakan dalam situasi konflik antara dua pihak yang tidak dapat menemukan titik temu. Dalam masyarakat modern, kata temperau sering digunakan dalam situasi percakapan yang tidak harmonis. Namun, apakah Anda pernah berpikir bahwa kata temperau tidak hanya digunakan dalam situasi konflik? Sebenarnya, kata ini juga dapat digunakan dalam situasi yang lebih santai, seperti dalam konteks mengkritik atau mengungkit-ungkit keburukan diri sendiri. Misalnya, "Dia berusaha untuk temperau saya dengan mengatakan bahwa saya selalu salah dalam menghitung jumlah angka." Atau, "Saya harus temperau diri sendiri karena saya tidak menyelesaikan tugasnya tepat waktu." Dalam kehidupan sehari-hari, kata temperau sangat relevan untuk menghindari konflik dengan bijak. Dengan menggunakan kata ini, kita dapat mengungkit-ungkit keburukan masing-masing tanpa harus bersikap agresif atau defensif. Misalnya, dalam situasi percakapan yang tidak harmonis, kita dapat mengatakan, "Saya tidak setuju dengan pendapatmu, tapi saya juga tidak ingin temperau kamu tentang hal itu." Dengan cara ini, kita dapat menghindari konflik dan mencari titik temu yang lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa kata temperau tidak harus digunakan dalam situasi konflik. Dalam beberapa kasus, kita dapat menggunakan kata ini untuk mengungkit-ungkit keburukan diri sendiri dan menjadi lebih bijak. Dengan demikian, kita dapat menghindari konflik dengan bijak dan mencari titik temu yang lebih baik.