Arti Kata "temu lutut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "temu lutut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

temu lutut

duduk dengan merapatkan kaki (lutut) duduk dengan merapatkan kaki (lutut)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "temu lutut"

📝 Contoh Penggunaan kata "temu lutut" dalam Kalimat

1.Mahasiswa duduk dengan merapatkan kaki untuk mendengarkan kuliah.
2.Guru mengajak siswa untuk duduk dengan merapatkan kaki dan bersiap untuk rapat.
3.Di ruang tamu, mereka duduk dengan merapatkan kaki dan menikmati suasana santai.
4.Pada upacara pernikahan, tamu duduk dengan merapatkan kaki untuk menunjukkan hormat.
5.Rombongan wisata duduk dengan merapatkan kaki di atas bus untuk melanjutkan perjalanan mereka.

📚 Artikel terkait kata "temu lutut"

Mengenal Kata 'temu lutut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "temu lutut" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "temu lutut" memiliki makna yang sederhana, yaitu duduk dengan merapatkan kaki (lutut). Namun, pada awalnya, kata ini memiliki konotasi yang berbeda. Dalam konteks sejarah dan sosial, "temu lutut" sering digunakan dalam pertemuan formal atau rapat yang tidak formal. Pada zaman dulu, ketika rapat atau pertemuan dilakukan, para peserta biasanya duduk dengan merapatkan kaki (lutut) sebagai tanda hormat dan kesopanan. Mengingat makna dan konteks tersebut, kita dapat melihat bahwa kata "temu lutut" tidak hanya sekadar menggambarkan posisi tubuh, tetapi juga menunjukkan etika dan sopan santun dalam berinteraksi dengan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita masih sering melihat orang-orang duduk dengan merapatkan kaki (lutut) dalam pertemuan formal atau tidak formal, seperti rapat kantor, pertemuan keluarga, atau bahkan pertemuan dengan atasan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "temu lutut" masih relevan, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, kita masih melihat orang-orang duduk dengan merapatkan kaki (lutut) sebagai tanda hormat dan kesopanan. Sebagai contoh, ketika kita mengunjungi kerumah orang tua atau menghadiri acara adat, kita biasanya duduk dengan merapatkan kaki (lutut) sebagai tanda hormat dan ketertiban. Contoh penggunaan kata "temu lutut" dalam kalimat yang alami adalah: - Ibu meminta saya untuk duduk dengan merapatkan kaki (lutut) sebelum berbicara dengan ayah. - Pada acara rapat kantor, saya duduk dengan merapatkan kaki (lutut) sebagai tanda hormat terhadap atasan. - Ketika menghadiri pertemuan keluarga, saya duduk dengan merapatkan kaki (lutut) sebagai tanda hormat dan ketertiban. Dalam kesimpulan, kata "temu lutut" tidak hanya sekadar menggambarkan posisi tubuh, tetapi juga menunjukkan etika dan sopan santun dalam berinteraksi dengan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita masih dapat melihat relevansi kata "temu lutut" dalam konteks budaya Indonesia modern.