Arti Kata "tenong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tenong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tenong

te·nong /ténong/ n bakul bundar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tenong"

📝 Contoh Penggunaan kata "tenong" dalam Kalimat

1.Di pasar tradisional, penjual sayuran menjual sayuran segar di atas tenong yang bersih.
2.Pada masa lalu, warga desa menggunakan tenong sebagai wadah untuk membeli beras di pasar.
3.Di kelas IPS, guru memperkenalkan cara mengenal berbagai jenis tenong dan kegunaannya.
4.Selama perayaan hari raya, warga memanfaatkan tenong sebagai wadah untuk membawa makanan ke rumah keluarga.
5.Pada masa kolonial, masyarakat menggunakan tenong sebagai alat bawaan untuk membeli barang di pasar dari para pedagang.

📚 Artikel terkait kata "tenong"

Mengenal Kata 'tenong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tenong" - Simbol Kehidupan Pedesaan

Kata "tenong" seringkali digunakan untuk menggambarkan wujud sederhana dalam kehidupan pedesaan. Dalam arti resmi, tenong merujuk pada bakul bundar yang digunakan untuk membawa barang-barang dengan cara diikatkan ke badan atau di atas kepala. Namun, dalam konteks budaya, tenong melambangkan kehidupan yang sederhana, mandiri, dan berorientasi pada kebutuhan sehari-hari. Kata tenong memiliki sejarah panjang di Indonesia, terutama di pedesaan. Orang-orang pedesaan biasanya menggunakan tenong sebagai alat untuk membawa barang-barang ke pasar, ke gereja, atau ke tempat-tempat lainnya. Dengan demikian, tenong menjadi simbol kehidupan pedesaan yang sederhana dan mandiri. Contoh-contoh penggunaan kata tenong dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: "Ibu saya membawa tenong ke pasar untuk membeli sayuran dan buah-buahan." "Anak saya menggunakan tenong untuk membawa baju ke sekolah." "Pengusaha kecil di desa kami biasanya menggunakan tenong untuk membawa barang-barang ke tempat-tempat lainnya." Dalam kehidupan sehari-hari, kata tenong juga memiliki makna yang lebih dalam. Tenong melambangkan kebutuhan akan sederhana dan ketergantungan pada diri sendiri. Dalam era globalisasi yang makin berkembang, tenong menjadi simbol kehidupan yang lebih alami dan lebih dekat dengan alam. Dengan demikian, tenong menjadi inspirasi bagi kita untuk kembali ke sumber daya alam dan untuk menghargai kehidupan sederhana.