Arti Kata "terempang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "terempang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

terempang

ter.em.pang Verba (kata kerja) tertebat; terbendung; tertahan: air bah itu tidak terempang lagi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "terempang"

📝 Contoh Penggunaan kata "terempang" dalam Kalimat

1.Air bah itu tidak terempang lagi setelah menghantam pantai.
2.Gelombang tsunami terempang oleh batuan karang yang keras.
3.Pada musim hujan, air sungai sering terempang oleh tanah longsor.
4.Penggunaan jamban yang baik dapat mencegah limbah cair terempang ke sungai.
5.Masyarakat harus berhati-hati pada musim hujan karena banjir bisa terempang dengan cepat.

📚 Artikel terkait kata "terempang"

Mengenal Kata 'terempang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "terempang" - Menghadapi Air Bah dan Bencana Alam

Kata "terempang" sering digunakan untuk menggambarkan kondisi air bah yang tidak dapat ditahan atau terbendung lagi. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan keadaan darurat dan bencana alam yang memaksa manusia untuk beradaptasi dan mencari jalan keluar. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi yang tidak terkendali dan memerlukan kecepatan dan kehati-hatian dalam menghadapinya. Dalam kalimat sehari-hari, kata "terempang" sering digunakan untuk menggambarkan berbagai situasi. Misalnya, "Air bah itu tidak terempang lagi", berarti bahwa air bah telah meluap dan tidak dapat ditahan. Contoh lain adalah, "Kita harus berhati-hati agar tidak terempang dalam banjir", yang berarti bahwa kita harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam banjir. Dalam konteks sosial, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak terkendali dan memerlukan kecepatan dan kehati-hatian dalam menghadapinya. Kata "terempang" juga relevan dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia modern. Dalam banyak kasus, bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan dapat menyebabkan terempang dan meluapnya air bah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu siap menghadapi bencana alam dan memiliki rencana darurat untuk menghadapi keadaan darurat. Dengan demikian, kita dapat menghindari terempang dan meluapnya air bah, serta mengurangi dampak bencana alam terhadap masyarakat.