Arti Kata "tunggul" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tunggul" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tunggul

1tung·gul n 1 pangkal pohon yg masih tinggal tertanam di dl tanah sehabis ditebang; 2 pokok batang yg masih tertinggal sehabis dituai, disabit, dsb: -- padi; -- jagung; 3 tonggak (untuk menambatkan perahu dsb);
-- pungur tunggul yg sudah mati (krn telah lama ditebang dsb)

2tung·gul n bendera; panji-panji: dua orang pembawa -- berjalan kaki di belakang pasukan;
-- angin awan bertumpuk-tumpuk di kaki langit; pokok angin; -- pelangi tunggul-tunggul; tetunggul;
tung·gul-tung·gul n pelangi (kain warna-warni) sepenggal yg tegak; pelangi membangun

3tung·gul ark, me·nung·gul v memberi tanda bahwa sudah tertakluk; memberi (membayar) sesuatu krn kalah dl berperang; tungkul

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tunggul"

📝 Contoh Penggunaan kata "tunggul" dalam Kalimat

1.Pohon itu masih meninggalkan tunggul setinggi 2 meter di tanah.
2.Saat musim hujan, angin awan menyerupai tunggul-tunggul di langit.
3.Dalam pertempuran, pasukan menyerahkan tunggul sebagai tanda menyerah.
4.Pemuda itu memasang tunggul sebagai bendera di atap rumahnya.
5.Saat melihat pelangi, ia merasa seperti melihat tunggul-tunggul warna-warni di langit.

📚 Artikel terkait kata "tunggul"

Mengenal Kata 'tunggul' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tunggul" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tunggul" memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia. Secara historis, kata ini digunakan untuk menggambarkan pangkal pohon yang masih tinggal setelah ditebang. Namun, makna yang lebih luas dari kata ini adalah sebagai simbol kekuatan dan kekalahan. Dalam konteks perang, "tunggul" digunakan untuk menggambarkan pasukan yang telah kalah dan menyerah, sehingga memberi tanda bahwa mereka telah tertakluk.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tunggul" juga digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika seseorang sedang berbicara tentang kekalahan dalam permainan, mereka mungkin akan mengatakan "saya telah kalah, saya harus menyerah, saya telah menjadi **tunggul**". Atau, ketika seseorang sedang berbicara tentang kekuatan alam, mereka mungkin akan mengatakan "angin yang kuat telah membuat pohon menjadi **tunggul**". Contoh lainnya, "padi yang telah kering menjadi **tunggul**".

Dalam budaya Indonesia modern, kata "tunggul" juga memiliki arti yang lebih luas. Misalnya, dalam konteks seni, kata ini digunakan untuk menggambarkan karya seni yang memiliki kekuatan dan kekalahan. Sehingga, karya seni yang memiliki makna yang dalam dan memiliki kekuatan untuk menginspirasi manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kekuatan dan kekalahan, sehingga mereka dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Dengan demikian, kata "tunggul" memiliki makna yang sangat luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks.