Arti Kata "tutung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tutung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tutung

tu·tung a hangus; gosong: bau nasi yg -- itu menyengat hidung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tutung"

📝 Contoh Penggunaan kata "tutung" dalam Kalimat

1.Di dapur, aroma tutung yang menyengat hidung membuat saya tidak nyaman makan.
2.Bau tutung yang kuat selalu membuat saya tidak ingin memasak nasi di dapur.
3.Pada malam hari, rumah kami terasa lebih sejuk karena aroma tutung tidak menyebar ke seluruh ruangan.
4.Di pasar tradisional, pedagang nasi goreng menawarkan hidangan dengan aroma tutung yang khas.
5.Setelah memasak nasi, aku harus segera membuka jendela untuk menghilangkan aroma tutung di dalam rumah.

📚 Artikel terkait kata "tutung"

Mengenal Kata 'tutung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tutung" - Bau Nasi yang Menyengat Hidung

Kata "tutung" seringkali dipahami sebagai bau nasi yang sudah hangus atau gosong. Bau ini sangat menyengat hidung dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang yang menghirupnya. Kata tutung memiliki makna yang spesifik dalam bahasa Indonesia dan sering digunakan dalam konteks makanan.

Konteks Historis dan Sosial

Bau tutung seringkali terjadi karena nasi yang sudah lama disimpan atau tidak disimpan dengan baik. Dalam zaman dulu, bau tutung seringkali menjadi masalah karena keterbatasan teknologi penyimpanan makanan. Namun, dengan kemajuan teknologi, bau tutung bisa diminimalkan dengan menggunakan wadah penyimpanan yang lebih baik dan memastikan nasi disimpan dalam keadaan kering.

Contoh Penggunaan Kata Tutung

Kata tutung seringkali digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: "Nasi yang sudah tutung membuat saya merasa tidak nyaman". "Bau tutung dari nasi yang sudah hangus sangat menyengat hidung saya". "Saya harus membuang nasi yang sudah tutung karena bau yang tidak sedap".

Relevansi Kata Tutung dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata tutung memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari karena seringkali kita mengalami bau nasi yang sudah hangus atau gosong. Dalam budaya Indonesia modern, kata tutung seringkali digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna kata tutung dan menggunakannya dengan benar dalam percakapan sehari-hari.