Arti Kata "ular babi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ular babi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ular babi

ular sendok

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ular babi"

📝 Contoh Penggunaan kata "ular babi" dalam Kalimat

1.ular babi ini merupakan hewan yang berbahaya dan harus dihindari.
2.Pada malam hari, ular babi sering keluar dari sarangnya untuk mencari mangsa.
3.Di tengah hutan, seekor ular babi menusuk kulit seekor harimau dengan lidah tajamnya.
4.Pada masa lalu, ular babi dianggap hewan yang sakral dan dikaitkan dengan keberuntungan.
5.Dalam kegiatan penelitian, ilmuwan mempelajari perilaku ular babi di habitat aslinya.

📚 Artikel terkait kata "ular babi"

Mengenal Kata 'ular babi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ular Babi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "ular babi" sering digunakan dalam bahasa Indonesia, tetapi sebenarnya maknanya lebih spesifik daripada yang kita bayangkan. Dalam arti resmi, "ular babi" memiliki sinonim yang lebih tepat, yaitu "ular sendok". Kata ini memiliki asal usul yang menarik dan memiliki makna yang berbeda dari yang kita kenal. Ular Babi sering dihubungkan dengan makna negatif, seperti kecurangan atau kejahatan. Namun, dalam konteks sejarah dan sosial, kata ini memiliki makna yang lebih luas. Di masa lalu, kata "ular babi" digunakan sebagai simbol kejahatan dan kecurangan dalam mitologi dan cerita rakyat. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini masih digunakan dalam konteks yang sama, tetapi juga memiliki makna yang lebih positif, seperti peringatan akan bahaya kejahatan dan kecurangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "ular babi" sering digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Dia terkena tuduhan ular babi karena mengalami kegagalan dalam proyeknya." Atau, "Pernyataan ular babi dari lawan politiknya membuatnya marah dan tidak percaya diri." Dalam kalimat-kalimat ini, kata "ular babi" digunakan untuk menggambarkan kecurangan atau kejahatan yang dilakukan oleh seseorang. Dalam budaya Indonesia modern, kata "ular babi" memiliki relevansi yang lebih luas. Di samping sebagai simbol kejahatan dan kecurangan, kata ini juga digunakan sebagai peringatan akan bahaya kejahatan dan kecurangan. Dalam konteks ini, kata "ular babi" dapat digunakan sebagai motivasi untuk berhati-hati dan tidak melakukan kejahatan atau kecurangan. Dengan demikian, kata "ular babi" memiliki makna yang lebih positif dan inspiratif dalam kehidupan sehari-hari.