Arti Kata "wahyu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wahyu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wahyu

wah·yu n petunjuk dr Allah yg diturunkan hanya kpd para nabi dan rasul melalui mimpi dsb: Nabi Muhammad saw. menerima -- yg pertama ketika beliau berusia empat puluh tahun;
me·wah·yu·kan v memberi wahyu; menurunkan wahyu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wahyu"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "wahyu" dalam Kalimat

1.wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. merupakan petunjuk Allah yang sangat penting.
2.Dalam agama Islam, wahyu adalah komunikasi langsung antara Allah dan para nabi.
3.Para ulama Islam telah menafsirkan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. dalam beberapa hadits.
4.Dalam sejarah Islam, wahyu adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam perkembangan agama.
5.Pada masa itu, wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. membawa perubahan besar pada masyarakat Arab.

πŸ“š Artikel terkait kata "wahyu"

Mengenal Kata 'wahyu' - Inspirasi dan Motivasi

Wahyu: Petunjuk Ilahi yang Mengubah Dunia

Wahyu adalah istilah yang sudah ada sejak zaman dahulu, namun masih relevan hingga hari ini. Makna umum dari kata wahyu adalah petunjuk dari Allah yang diturunkan kepada para nabi dan rasul melalui mimpi, wahyu, atau cara lainnya. Dalam konteks sejarah, wahyu seringkali terkait dengan kehadiran para nabi dan rasul, seperti Nabi Muhammad saw., yang menerima wahyu pertamanya pada usia empat puluh tahun. **Wahyu dalam Kalimat yang Alami** Wahyu seringkali digunakan dalam kalimat yang alami untuk menggambarkan petunjuk dari Allah. Contohnya, "Nabi Muhammad saw. menerima wahyu pertamanya dari Allah setelah melakukan ibadah puasa selama 40 hari." Atau, "Wahyu Allah telah memberikan petunjuk kepada para nabi untuk mengembangkan agama yang benar." Dalam bahasa sehari-hari, kita juga bisa menggunakan kata wahyu untuk menggambarkan kesadaran atau pengalaman yang mendalam, seperti "Dia mendapatkan wahyu bahwa hidup ini sangat singkat." **Relevansi Wahyu dalam Kehidupan Sehari-hari** Wahyu masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks agama. Banyak orang masih percaya bahwa wahyu dapat memberikan petunjuk dan arahan untuk menghadapi hidup. Dalam budaya Indonesia modern, wahyu juga seringkali terkait dengan kepercayaan dan kebudayaan masyarakat. Misalnya, dalam tradisi adat istiadat, masyarakat seringkali menggunakan wahyu untuk mengambil keputusan atau menyambut acara-acara penting. Jadi, meskipun zaman telah berubah, wahyu tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari kita.