Arti Kata "balik juru" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "balik juru" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

balik juru

mencukur anak sesudah berusia empat puluh hari

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "balik juru"

📝 Contoh Penggunaan kata "balik juru" dalam Kalimat

1.Pada masa lampau, balik juru dilakukan secara tradisional.
2.Ibu mengajakku ke tempat balik juru untuk mencukur rambutku.
3.Di pedesaan, balik juru sering dilakukan secara bersama-sama.
4.Sebagai bagian dari tradisi, balik juru biasanya dilakukan saat anak usia 40 hari.
5.Di rumah sakit, balik juru biasanya dilakukan dengan menggunakan peralatan steril.

📚 Artikel terkait kata "balik juru"

Mengenal Kata 'balik juru' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "balik juru" - Tradisi dan Makna di Baliknya

Kata "balik juru" memiliki makna yang unik dan khusus dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, **balik juru** merujuk pada tradisi mencukur anak setelah berusia empat puluh hari. Ini adalah upacara penting dalam kehidupan seorang bayi, yang menandai awal dari pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Dalam berbagai kalimat, **balik juru** dapat digunakan untuk menggambarkan proses mencukur rambut bayi. Misalnya, "Ibu saya masih ingat saat **balik juru** saya, dia sangat senang dan bahagia." Atau, "Tradisi **balik juru** masih sangat populer di daerah kami, dan selalu menjadi momen spesial bagi keluarga." Dalam kalimat lain, "Upacara **balik juru** juga melambangkan awal dari peran bayi sebagai anggota masyarakat yang lebih besar." Dalam kehidupan sehari-hari, **balik juru** memiliki relevansi yang signifikan. Tradisi mencukur rambut bayi setelah empat puluh hari masih dipertahankan oleh banyak orang, terutama di daerah pedesaan. Ini tidak hanya menandai awal dari pertumbuhan fisik, tetapi juga sebagai simbol dari awal peran bayi sebagai anggota masyarakat yang lebih besar. Selain itu, **balik juru** juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul dan berbagi momen spesial bersama.