Arti Kata "altruistis" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "altruistis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
altruistis
al·tru·is·tis a bersifat mendahulukan kepentingan orang lain
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "altruistis"
📝 Contoh Penggunaan kata "altruistis" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "altruistis"
Arti Kata Altruistis Menurut KBBI
Arti Kata Altruistis
Altruistis merupakan sifat atau sikap yang dimiliki seseorang yang selalu peduli dan siap membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Orang yang memiliki sifat altruistis cenderung lebih memperhatikan kebutuhan dan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri. Sikap altruistis ini sering kali dianggap sebagai kebajikan yang mulia karena menunjukkan kepedulian dan empati yang tinggi terhadap sesama.
Sifat altruistis sering terlihat dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika seseorang rela menyisihkan waktu dan tenaga untuk membantu teman yang sedang dalam kesulitan tanpa mengharapkan imbalan apapun. Atau ketika seseorang rela menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk membantu anak-anak yatim piatu. Tindakan-tindakan seperti ini merupakan contoh nyata dari sikap altruistis yang murni dan tulus.
Altruistis juga sering diasosiasikan dengan kegiatan sosial dan kemanusiaan. Banyak organisasi atau lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan didirikan atas dasar semangat altruistis untuk membantu mereka yang membutuhkan. Para relawan yang terlibat dalam kegiatan sosial juga umumnya memiliki sifat altruistis yang kuat, yang mendorong mereka untuk berkorban demi kepentingan orang lain.
Dalam konteks profesional, sifat altruistis juga sangat dihargai. Misalnya, seorang dokter yang bersedia memberikan pelayanan medis secara gratis kepada pasien yang tidak mampu menunjukkan sikap altruistisnya yang luhur. Begitu pula dengan seorang guru yang rela memberikan waktu tambahan untuk memberikan bimbingan kepada siswa-siswinya tanpa mengharapkan imbalan apapun.
Dengan memiliki sifat altruistis, seseorang tidak hanya memberikan manfaat bagi orang lain, tetapi juga dapat merasakan kepuasan batin yang mendalam. Karena pada dasarnya, kebahagiaan sejati didapatkan bukan hanya dengan menerima, tetapi juga dengan memberi dan peduli terhadap kebutuhan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk merawat dan mengembangkan sifat altruistis dalam dirinya agar dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.