Arti Kata "subjektivisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "subjektivisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

subjektivisme

sub·jek·ti·vis·me /subjéktivisme/ n paham yg menganggap bahwa setiap ilmu itu bersifat subjektif

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "subjektivisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "subjektivisme" dalam Kalimat

1.Dalam konteks filsafat, subjektivisme menjelaskan bahwa pengetahuan dan kebenaran bersifat subjektif.
2.Pengajar mengajarkan konsep subjektivisme dalam mata kuliah filsafat untuk memperkenalkan mahasiswa pada pemikiran yang kompleks.
3.Dalam karya sastra, kisah itu menggambarkan subjektivisme penulis dalam menggambarkan kehidupan di pedesaan.
4.Pemikir subjektivisme menganggap bahwa pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari pengalaman individu.
5.Dosen menegaskan bahwa subjektivisme tidak berlaku dalam ilmu pengetahuan yang berdasarkan pada fakta dan data.

📚 Artikel terkait kata "subjektivisme"

Mengenal Kata 'subjektivisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Subjektivisme" - Paham Mengenai Kesuburan Ilmu

Pemikiran subjektivisme telah berkembang sejak awal abad ke-20, sebagai reaksi atas keberlakuan paham objektif dalam ilmu pengetahuan. Pemikiran ini mengajarkan bahwa setiap ilmu memiliki sifat subjektif, yang berarti bahwa ilmu tidak dapat dilepaskan dari pandangan dan pengalaman individu. Pemikiran subjektivisme ini berakar dari gagasan bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara langsung, melainkan melalui pengalaman dan interpretasi individu. Penggunaan kata subjektivisme dapat dilihat dalam beberapa kalimat yang alami. Misalnya, seseorang dapat mengatakan bahwa "paham subjektivisme yang diajarkan di sekolah sangat mempengaruhi cara saya berpikir tentang ilmu pengetahuan". Atau, seseorang dapat mengatakan bahwa "ilmu subjektivisme adalah salah satu contoh bagaimana manusia dapat menafsirkan realitas secara berbeda-beda". Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata subjektivisme memiliki peran penting dalam membantu kita memahami sifat ilmu pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari, pemikiran subjektivisme dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti sains, filosofi, dan sastra. Misalnya, seseorang dapat menggunakan pemikiran subjektivisme dalam menulis esai atau artikel, dengan memperhatikan bahwa setiap penulis memiliki pandangan dan sudut pandang yang berbeda. Dalam budaya Indonesia modern, pemikiran subjektivisme juga dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam seni, musik, dan penulisan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata subjektivisme memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.