Arti Kata "bagai kuku dengan daging" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai kuku dengan daging" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai kuku dengan daging

Peribahasa tidak terceraikan; tidak pernah bercerai

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai kuku dengan daging"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai kuku dengan daging" dalam Kalimat

1.Suami istri kami seperti kuku dengan daging, tidak pernah bercerai.
2.Mereka sudah 20 tahun menikah, seperti kuku dengan daging, tidak pernah bercerai karena cinta dan kasih sayang.
3.Pernikahan kami tidak seperti kuku dengan daging, karena kami pernah bercerai dan menikah lagi.
4.Suasana di rumah kami seperti kuku dengan daging, karena setiap anggota keluarga saling menjaga dan mencintai satu sama lain.
5.Pernikahan adalah komitmen seumur hidup, seperti kuku dengan daging, yang tidak pernah bercerai karena cinta dan dedikasi.

📚 Artikel terkait kata "bagai kuku dengan daging"

Mengenal Kata 'bagai kuku dengan daging' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai kuku dengan daging" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bagai kuku dengan daging" adalah peribahasa yang populer dalam bahasa Indonesia. Peribahasa ini mengajarkan kita tentang pentingnya kestabilan dan keutuhan dalam sebuah hubungan. Menurut makna umum, "bagai kuku dengan daging" berarti tidak terceraikan; tidak pernah bercerai. Konteks historis dan sosial peribahasa ini muncul dari kebiasaan manusia purba yang memotong dan menghilangkan daging yang lembut di antara kuku-kuku runcing. Dengan demikian, peribahasa "bagai kuku dengan daging" menggambarkan keharmonisan dan kekuatan hubungan yang tidak pernah terpisahkan. Peribahasa "bagai kuku dengan daging" sering digunakan dalam berbagai konteks hidup sehari-hari. Misalnya, ketika seseorang menggambarkan hubungan yang sangat kuat dan tidak pernah bercerai, mereka bisa mengatakan, "Mereka benar-benar bagai kuku dengan daging, tidak pernah terpisahkan." Atau, ketika seseorang menginginkan kestabilan dan keharmonisan dalam hubungan, mereka bisa mengatakan, "Aku ingin hidupku bagai kuku dengan daging, tidak pernah bercerai dengan pasangan." Dalam kalimat lain, "Pernikahan mereka bagai kuku dengan daging, tidak pernah bercerai setelah 50 tahun menikah." Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "bagai kuku dengan daging" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam era modern, di mana perselingkuhan dan perceraian sering terjadi, peribahasa ini mengingatkan kita akan pentingnya kestabilan dan keutuhan dalam hubungan. Dengan demikian, peribahasa "bagai kuku dengan daging" menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk membangun hubungan yang kuat dan tidak pernah bercerai. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa keharmonisan dan kekuatan hubungan bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan niat dan tekad yang kuat, kita dapat mencapai kestabilan dan keutuhan dalam hubungan.